Sukses

IHSG Menghijau pada Awal Sesi Perdagangan, Saham BUMI Teraktif

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada perdagangan saham Kamis (18/8/2022). Indeks sektor saham energi memimpin penguatan yang topang IHSG.

Mengutip data RTI, pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 11 poin ke posisi 7.144. Pada awal sesi perdagangan, indeks LQ45 bertambah 0,28 persen ke posisi 1.019. Seluruh indeks acuan kompak menghijau. IHSG berada di level tertinggi 7.167,45 dan terendah 7.129,19. Sebanyak 207 saham menguat sehingga angkat IHSG. 147 saham melemah dan 215 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdaganga 132.730 kali dengan volume perdagangan 3,2 miliar saham. Nilai transaksi Rp 1,4 triliun  Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.750.

Sebagian besar sektor saham menghijau. Indeks sektor saham IDXenergy menanjak 1,08 persen, dan catat penguatan terbesar.

Diikuti indeks sektor saham IDXhealth mendaki 0,48 persen, indeks sektor saham IDXsiklikai bertambah 0,33 persen, indeks sektor saham IDXtransportasi menanjak 0,19 persen, indeks sektor saham IDXhealth bertambah 0,32 persen dan indeks sektor saham IDXfinance naik 0,13 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham property melemah 0,22 persen, indeks sektor saham IDXbasic turun 0,09 persen, indeks sektor saham IDXindustry tergelincir 0,09 persen.

Mengutip riset PT Ashmore Asset Management Indonesia, bursa saham Amerika Serikat atau wall street melemah pada Rabu, 17 Agustus 2022 seiring reli sejak pertengahan Juni 2022 tampaknya kehilangan tenaga.

Investor juga terus menyisir laba perusahaan dari sektor ritel pada Rabu pekan ini. Saham Target tergelincir 2,6 persen setelah membukukan laba yang jauh dari harapan karena bergulat dengan kelebihan persediaan.

Di sisi lain, saham Wolfspeed naik 17 persen setelah melaporkan kinerja melebihi harapan. Saham Bed Bath and Beyond turun 20 persen setelah investor Ryan Cohen akan menjual seluruh sahamnya di pengecer melalui perusahaannya RC Ventures.

Dari sentimen risalah the Fed, pejabat the Fed setuju untuk melihat kenaikan suku bunga tetapi juga ingin mengukur bagaimana efek riak dari pengetatan moneter untuk meredam inflasi. Sementara itu, semua anggota FOMC mendukung kenaikan suku bunga acuan 75 basis poin, banyak melihat risiko pengetatan berlebihan meski kenaikan harga sangat tinggi.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Top Gainers-Losers pada 18 Agustus 2022

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham BESS melambung 20,34 persen

-Saham BNBR melambung 10 persen

-Saham MEDS melambung 9,86 persen

-Saham KIOS melambung 9,71 persen

-Saham DEWI melambung 8,99 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham RCCC merosot 9,46 persen

-Saham OLIV merosot 9,26 persen

-Saham PANI merosot 7 persen

-Saham SULI merosot 6,90 persen

-Saham ASHA merosot 6,72 persen

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

-Saham BUMI senilai Rp 191,4 miliar

-Saham TLKM senilai Rp 156,7 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 125,3 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 124,3 miliar

-Saham CARE senilai Rp 90,3 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

-Saham GOTO tercatat 9.716 kali

-Saham DEWI tercatat 9.309 kali

-Saham BUMI tercatat 8.657 kali

-Saham ADMR tercatat 6.227 kali

-Saham MEDS tercatat 5.861 kali

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Ajaib Sekuritas Prediksi IHSG Menguat pada Kamis 18 Agustus 2022

Financial Expert Ajaib Sekuritas, M. Julian Fadli menuturkan, IHSG akan bergerak variasi dengan kecenderungan menguat terbatas pada rentang 7.055-7.188 pada Kamis pekan ini.

Adapun sentimen pengaruhi IHSG antara dari dalam negeri, menurut Julian masih dari RUU APBN 2023 dan Pidato Kenegaraan Presiden RI Joko Widodo.

Pemerintah dalam RUU APBN Tahun Anggaran 2023 menargetkan belanja negara sebesar Rp3.041,7 triliun dalam RAPBN 2023. Anggaran tersebut meliputi belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.230,0 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp811,7 triliun.

Sementara itu, sebagaimana tercantum dalam Nota Keuangan RAPBN 2023, subsidi energi ditetapkan sebesar Rp210,6 triliun. Anggaran subsidi energi tersebut terdiri atas subsidi jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) tertentu dan LPG sebesar Rp138,3 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp72,3 triliun.

 

4 dari 4 halaman

Saham Pilihan

Dari mancanegara, Julian menuturkan, pertumbuhan ekonomi kawasan Eropa direvisi lebih rendah menjadi 0,6 persen pada kuartal II-2022 dari perkiraan awal 0,7 persen, menyusul kenaikan 0,5 persen pada kuartal I-2022. Ini merupakan kinerja terkuat dalam tiga kuartal, didorong oleh pelonggaran pembatasan COVID-19 dan musim pariwisata musim panas di Eropa.

Di Inggris, Consumer Price Index (CPI) melonjak menjadi 10,1 persen pada Juli, tertinggi sejak Februari 1982 dan naik dari tingkat tahunan 9,4 persen pada Juni. Bank Of England (BOE) memperkirakan inflasi Inggris akan mencapai puncaknya pada pada Oktober.

Untuk saham-saham pilihan Ajaib Sekuritas antara lain PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA). 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS