Sukses

10 Saham Catat Penguatan Terbesar pada 17-20 Mei 2022, Ada GOTO hingga BELL

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat selama sepekan tepatnya pada 17-20 Mei 2022. Bahkan IHSG naik 4,85 persen. Kenaikan IHSG tersebut juga didukung 10 saham catat penguatan terbesar atau top gainers.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (21/5/2022), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)naik ke posisi 6.918,14 pada pekan ini dari posisi sebelumnya 6.597,99. Sementara itu, kapitalisasi pasar bursa bertambah 3,23 persen menjadi Rp 9.150,62 triliun dari pekan sebelumnya Rp 8.864,56 triliun.

Rata-rata volume transaksi harian bursa pekan ini meningkat 4,84 persen persen menjadi 22,61 miliar saham dari pekan lalu 21,57 miliar saham.

Namun, rata-rata frekuensi harian bursa melemah 6,76 persen menjadi 1.414.820 kali dari 1.517.364 kali pada pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian bursa merosot 17,08 persen menjadi Rp 16,95 triliun dari pekan lalu Rp 20,45 triliun.

Pada pekan ini, investor asing melakukan aksi beli saham Rp 22,85 triliun dan aksi jual Rp 22,99 triliun. Dengan demikian, aksi jual saham oleh investor asing mencapai Rp 141,7 miliar pada pekan ini. Meski demikian, investor asing membukukan beli bersih saham Rp 62,91 triliun sepanjang 2022.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat yang dipimpin kenaikan indeks sektor saham IDXtechno menanjak 11,74 persen. Disusul indeks sektor saham IDXenergy menanjak 3,84 persen dan indeks sektor saham IDXhealth mendaki 3,22 persen. Sedangkan indeks sektor saham IDXinfrastruktur melemah 2,81 persen.

BEI kedatangan Perusahaan Tercatat ke-20 pada 2022, yaitu PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV) yang tercatat pada Papan Akselerasi BEI pada pekan ini. OLIV bergerak pada sektor Consumer Cyclicals dengan sub sektor Household Goods. Adapun Industri dari OLIV adalah Household Goods dengan sub industri Home Furnishings.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Top Gainers pada 17-20 Mei 2022

Di tengah penguatan IHSG, ada 10 saham yang mampu menguat tajam atau top gainers pada 17-20 Mei 2022 dikutip dari data BEI:

1.PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)

Saham GOTO melonjak 56,70 persen menjadi Rp 304 per saham dari pekan lalu Rp 194 per saham.

2.PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS)

Saham SLIS melonjak 52,30 persen dari Rp 348 per saham menjadi Rp 530 per saham.

3.PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

Saham DSSA melonjak 50,18 persen menjadi Rp 41.300 per saham dari pekan lalu Rp 27.500 per saham.

4.PT Fortune Indonesia Tbk (FORU)

Saham FORU melonjak 46,67 persen menjadi Rp 308 per saham dari pekan lalu Rp 210 per saham.

5.PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE)

Saham PEGE melonjak 42,25 persen menjadi Rp 1.010 per saham dari pekan lalu Rp 710 per saham.

6.PT Ladangbaja Murni Tbk (LABA)

Saham LABA naik 41,88 persen menjadi Rp 166 per saham dari pekan lalu Rp 117 per saham.

7.PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL)

Saham BELL naik 41,04 persen menjadi Rp 378 per saham dari pekan lalu Rp 268 per saham.

8.PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL)

Saham POLL menguat 40 persen menjadi Rp 462 per saham dari pekan lalu Rp 330 per saham.

9.PT NFC Indonesia Tbk (NFCX)

Saham NFCX menanjak 37,24 persen menjadi Rp 6.725 per saham dari pekan lalu Rp 4.900 per saham.

10.PT Pakuan Tbk (UANG)

Saham UANG mendaki 32,46 persen menjadi Rp 755 per saham dari pekan lalu Rp 570 per saham.

3 dari 4 halaman

Kata Analis

 

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG selama sepekan dipengaruhi oleh rilis data neraca perdagangan yang surplus didukung tingginya ekspor komoditas yang diipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) mengalami surplus berturut-turut selama 2 tahun terakhir. Per April 2022, NPI mencatat surplus sebesar USD 7,56 miliar.

“Sentimen tersebut terjadi di tengah kekhawatiran investor akan ancaman perlambatan ekonomi AS dan global akibat tingginya inflasi dan agresifnya kebijakan moneter The Fed,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, dari sisi teknikal, pergerakan IHSG ini adalah technical rebound akibat penurunan yang agresif pada pekan sebelumnya.

“Jumat kemarin, IHSG ditutup menguat dan masih inline dgn analisa teknikal yang kami berikan, dari sisi lain penguatan ini terjadi ditengah koreksi bursa AS dan kami perkirakan penguatan tersebut juga terjadi karena adanya pencabutan larangan ekspor CPO oleh pemerintah,” ujar dia.

Untuk pekan depan, secara teknikal, Herditya perkirakan pergerakan IHSG berpeluang menguat terbatas dan rawan terkoreksi, dr sisi lain juga akan ada rapat dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan 7DRRR akan tetap di level 3,5 persen.

 

 

4 dari 4 halaman

Penutupan IHSG pada Jumat 20 Mei 2022

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan Jumat, (20/5/2022). Investor asing masih melakukan aksi beli saham. Namun, nilai tukar rupiah tembus 14.700 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan, IHSG menguat 1,39 persen ke posisi 6.918,14. Indeks LQ45 melemah 0,69 persen ke posisi 1.015,17. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.

Jelang akhir pekan, IHSG berada di level tertinggi 6.965,10 dan terendah 6.804,90. Sebanyak 346 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 173 saham melemah dan 164 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.417.590 kali dengan volume perdagangan 22 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 15,9 triliun.Investor asing beli saham Rp 232,3 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.708.

Seluruh sektor saham menghijau. Indeks sektor saham IDXtechno pimpin penguatan dengan naik 4,11 persen. Diikuti indeks sektor saham IDXenergy menguat 2,86 persen, indeks sektor saham IDXnonsiklikal mendaki 2,37 persen, dan indeks sektor saham IDXtechnologi menguat 1,27 persen, dan indeks sektor saham IDXhealth menanjak 1,21 persen.