Sukses

Strategi Usaha Alkindo Hadapi Pandemi COVID-19

Liputan6.com, Jakarta - PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) sempat mengalami gangguan dalam beberapa segmen usahanya. Namun, Alkindo Naratama menyiasatinya dengan menggencarkan di segmen kuliner online agar tetap untung.

"Alkindo selama menghadapi pandemi itu mengganggu beberapa segmen," kata Presiden Direktur Alkindo Naratama, H. Sutanto dalam konferensi pers virtual, Rabu (18/5/2022).

Dia menambahkan, perseroan menyiasati cara untuk tetap untung meski di tengah gangguan tersebut, salah satunya melalui segmen kuliner online.

"Kita harus siasati bagaimana supaya tetap untung. Salah satu yang kita siasati yaitu segmen kuliner online," ujar dia.

Tak hanya itu, dia juga menyebutkan, perseroan fokus terhadap segmen packaging serta berusaha untuk mengurangi dampak penggunaan plastik.

"Kita fokus di segmen packaging. Kita mengurangi dampak plastik yang terjadi," ujar dia.

Sementara itu, perseroan optimistis untuk tumbuh terutama melalui peningkatan kapasitas produksi kertas cokelat ECO, di sampinh peningkatan kemasan fleksibel ALDO untuk industri FMCG pada 2022.

Untuk mendukung usaha, perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 302 miliar.

Sedangkan, kinerja keuangannya pada 2021 menunjukkan peningkatan penjualan, laba kotor, dan laba bersih, masing-masing hingga 31,8 persen, 25,2 persen, 50 persen. Penjualan bersih didominasi oleh kontribusi 65 persen dari sub-grup paper pada 2021.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Luncurkan Produk Baru

Sebelumnya, PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO), emiten yang  bergerak pada bisnis kertas dan bahan  kimia yang terintegrasi, terus berkomitmen untuk berinovasi dalam mendukung penggunaan produk ramah lingkungan.

Setelah membuat produk paper box dan paper bag sebagai pengganti plastik, ALDO kembali meluncurkan green product sebagai pengganti gelembung plastik (bubble wrap) pertama di Indonesia, yaitu Hexcel Wrap untuk mengurangi sampah plastik yang banyak digunakan dalam bisnis e-commerce.

Hexcel Wrap adalah produk berkelanjutan dari ALDO sebagai alternatif bubble wrap berbentuk struktur sarang lebah yang terbuat dari kertas coklat (recycled paper)  sebagai solusi perlindungan dalam mengemas pengiriman barang terutama untuk pasar e-commerce.

"Kami sangat peduli terhadap permasalahan lingkungan sehingga terus berinovasi untuk membuat produk berkelanjutan dan mencari peluang yang terbaik. Kami bangga dapat berinisiasi membuat produk Hexcel Wrap yang pertama di Indonesia," kata Presiden Direktur ALDO, H. Sutanto melalui keterangan resminya pada Rabu, 18 Mei 2022.

 

3 dari 4 halaman

Peluang

Dia menambahkan, tujuannya ialah untuk mendukung produk ramah lingkungan dan berpartisipasi dalam rangka mengurangi sampah plastik, salah satunya di industri e-commerce.

"Harapan kami dengan terus konsisten dalam mendukung kelestarian lingkungan melalui berbagai produk kami dapat turut menjaga bumi sekaligus mendukung kinerja yang baik untuk ALDO ke depan," ujar dia.

Hexcel Wrap merupakan produk pelindung tambahan yang juga dapat disebut dengan Honeycomb Paper Wrap karena bentuknya yang serupa dengan sarang lebah. Hexcel Wrap dapat digunakan sebagai solusi alternatif dalam pengemasan barang. 

Adapun peluang Hexcel Wrap sangat besar di industri e-commerce dengan mengutamakan sustainable product. Hal ini merupakan inisiasi yang cemerlang mengingat industri e-commerce saat ini terus semakin berkembang di Indonesia.

Sebelumnya ALDO juga telah membuat sustainable product berupa paper box dan paper bag. Produk ini juga banyak digunakan untuk pengemasan, misalnya paper box digunakan sebagai wadah makanan, obat-obatan, kosmetik, dan lain-lain. Lalu, paper bag ialah tas yang terbuat dari kertas daur ulang yang dapat digunakan sebagai tas belanja dan kemasan lainnya.

"Kami akan terus berupaya untuk konsisten memberikan solusi-solusi permasalahan lingkungan dengan memberikan produk yang ramah lingkungan. ALDO sebagai Perusahaan yang bergerak di bisnis kertas daur ulang akan memanfaatkan peluang ini dengan baik sehingga dapat terus berkomitmen menjaga lingkungan,” ujar Sutanto.

 

4 dari 4 halaman

Kinerja

Melalui kinerja dan berbagai inovasinya pada tahun 2021 ALDO berhasil meraih pendapatan Rp 1,46 triliun atau naik 32 persen year-on-year.

Sepanjang 2021, bisnis sub-grup Kertas ALDO menjadi kontributor utama dengan kontribusi 65 persen, yakni 38 persen dari ECO Paper dan 27 persen dari Alkindo. Adapun sub-grup Kertas ALDO ini telah mendominasi penjualan bersih ALDO sejak akuisisi ECO di 2019.

Hal ini tidak terlepas dari berbagai upaya ALDO dalam terus mengikuti trend pasar untuk memenuhi kebutuhan industri, seperti FMCG, food and beverages, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terus berkembang.

"Ke depan ALDO optimis dapat terus meningkatkan kinerja kami dengan terus berinovasi dan melihat berbagai peluang yang ada," ujar dia.

Ia menambahkan, seiring dengan terus meningkatnya permintaan dari bisnis kemasan untuk pengiriman industri ecommerce, serta berbagai inisiasi produk keberlanjutan yang diproduksi kami yakin dapat meraih kinerja yang optimal dan mencapai target yang baik.