Sukses

IHSG Bertahan di Zona Hijau, Investor Asing Kejar Saham BBRI hingga UNVR

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada sesi pertama perdagangan Selasa, (17/5/2022). Investor asing pun melakukan aksi beli saham pada sesi pertama.

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG naik 0,75 persen ke posisi 6.647,68. Indeks LQ45 menguat 0,94 persen ke posisi 1.005,34. Sebagian besar indeks acuan menghijau.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.703,05 dan terendah 6.574,13. Sebanyak 313 saham menguat dan 226 saham melemah. 144 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 945.259 kali dengan volume perdagangan 15,5 miliar saham. Nilai transaksi Rp 9,2 triliun. Investor asing beli saham Rp 89,27 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.631.

Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali indeks sektor saham IDXtechno melemah 0,17 persen dan indeks sektor saham IDXinfrastruktur merosot 0,66 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXenergy melambung 1,98 persen dan catat penguatan terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXindustry naik 1,08 persen dan indeks sektor saham IDX siklikal mendaki 0,86 persen.

Bursa saham Asia kompak menguat. Indeks Hang Seng melompat 2,74 persen, indeks Korea Selatan Kospi melonjak 0,93 persen, indeks Jepang Nikkei mendaki 0,42 persen. Selain itu, indeks Thailand meroket 1,23 persen, indeks Shanghai menguat 0,35 persen, indeks Singapura bertambah 0,33 persen dan indeks Taiwan naik 0,98 persen.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Top Gainers-Losers dan Aksi Investor Asing

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham ESTA melonjak 18,44 persen

-Saham BMSR melonjak 17,69 persen

-Saham MLIA melonjak 16,37 persen

-Saham HOPE melonjak 16,16 persen

-Saham KOBX melonjak 15,74 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham DGIK melemah 6,99 persen

-Saham CMNT melemah 6,99 persen

-Saham MTSM melemah 6,96 persen

-Saham INPS melemah 6,91 persen

-Saham ENZO melemah 6,90 persen

 

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham BBRI senilai Rp 247,7 miliar

-Saham ADMR senilai Rp 50 miliar

-Saham MDKA senilai Rp 23,8 miliar

-Saham KLBF senilai Rp 21,8 miliar

-Saham UNVR senilai Rp 20,3 miliar

 

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham BBCA senilai Rp 125,9 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 63,1 miliar

-Saham TLKM senilai Rp 55,6 miliar

-Saham MTEL senilai Rp 27,9 miliar

-Saham TBIG senilai Rp 27,8 miliar

3 dari 3 halaman

Pembukaan IHSG 17 Mei 2022

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau usai libur Waisak. IHSG menguat tipis pada perdagangan Selasa (17/5/2022). Namun, investor asing melakukan aksi jual saham.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 6 poin ke posisi 6.603,89. Pada pukul 09.12 WIB, IHSG menguat 0,54 persen ke posis 6.632. Indeks LQ45 bertambah 0,81 persen ke posisi 1.003. Seluruh indeks acuan kompak menghijau. Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.636,76 dan terendah 6.574,13. Sebanyak 149 saham melemah dan 258 saham menguat. 181 saham diam di tempat.

Total frekeunsi perdagangan 150.752 kali dengan volume perdagangan 2,8 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 1,7 triliun. Investor asing jual saham Rp 74,74 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.610.

Sebagian besar sektor saham menghijau. Indeks sektor saham IDXtransportasi naik 1,49 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXbasic menanjak 1,30 persen dan indeks sektor saham IDXenergy melompat 1,21 persen.

Akan tetapi, indeks sektor saham IDXfinance melemah dan indeks sektor saham IDXinfrastruktur tergelincir 0,07 persen.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar mengatakan, secara teknikal IHSG berpotensi rebound dari kondisi oversold dan di atas 200 day moving average (MA).

"Trend bearish selama di bawah 6.902, namun berpeluang rawan rebound karena masih bertahan di atas 200 day MA (6.593). Indikator MACD Bearish, Stochastic Oversold & dominan sell power. Selama di bawah 6.902, berpeluang menuju 6.584 DONE/6.477/6.279,” ujar Andri dalam risetnya.

Adapun level resistance pada perdaganan hari inj berada pada level 6.633/6.670/6.747/6.816, sedangkan level support berada pada level 6.576/6.504/6.470/6.364, dengan perkiraan range 6.550 - 6.700.