Sukses

XL Axiata Kini Genggam 30 Persen Saham Anak Usaha di Data Center

Liputan6.com, Jakarta - PT XL Axiata Tbk (EXCL) sepakat mengalihkan saham dalam PT Princeton Digital Group Data Centres (PDGDC), anak perusahaan kepada Princeton Digital Group (Indonesia Alpha) Pte Limited (PDG) pada 13 Mei 2022.

Mengutip keterbukaan informasi ditulis, Selasa (17/5/2022), PT XL Axiata Tbk mengalihkan 245.362 lembar saham PDGDC kepada Princeton Digital Group Pte Ltd.

Dengan demikian susunan pemegang saham PDGDC antara lain PT XL Axiata Tbk dengan 2.010.120 lembar saham atau 30 persen dengan nilai Rp 201,012 miliar, PDG sebesar 4.690.283 saham atau 70 persen dengan nilai Rp 469,02 miliar. Total menjadi 6.700.403 saham dengan nilai Rp 670,04 miliar.

Sebelumnya XL Axiata genggam PDGDC sebesar 2,25 miliar saham atau setara 33,62 persen.

“Pengalihan saham perseroan di PDGDC kepada PDG merupakan satu kesatuan rangkaian transaksi dengan transaksi sejenis sebelumnya dengan PDG dan PDGDC yang telah dilakukan bertahap dari tahun 2019,” tulis perseroan.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 13 Mei 2022, saham EXCL naik 2,15 persen ke posisi Rp 2.850 per saham. Saham EXCL berada di posisi tertinggi Rp 2.860 dan terendah Rp 2.740 per saham. Total volume perdagangan 29.199.813 saham. Nilai transaksi Rp 82,3 miliar. Total frekuensi perdagangan 5.822 kali.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kinerja Kuartal I 2022

PT XL Axiata Tbk membukukan kinerja beragam pada kuartal I 2022. Perseroan membukukan pendapatan naik 7,91 persen dari Rp 6,24 triliun pada kuartal I 2021 menjadi Rp 6,74 triliun pada kuartal I 2022. Perseroan mencatat kenaikan beban menjadi Rp 5,99 triliun pada kuartal I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,31 triliun.

Perseroan membukukan laba periode tahun berjalan susut 56,60 persen menjadi Rp 139,09 miliar pada kuartal I 2022 jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 320,51 miliar. Demikian mengutip dari keterbukaan informasi BEI, Selasa, 17 Mei 2022.

Dengan demikian, laba bersih per saham dasar dan dilusi susut menjadi Rp 13 pada kuartal I 2022 dari periode kuartal I 2021 sebesar Rp 30. Perseroan membukukan aset Rp 71,84 triliun pada 31 Maret 2022 dari periode Desember 2021 sebesar Rp 72,75 triliun.

3 dari 4 halaman

Akuisisi Link Net Bakal Rampung Kuartal III 2022

Sebelumnya, PT XL Axiata Tbk (EXCL) berencana merampungkan akuisisi Link Net pada kuartal III 2022. Link Net adalah salah satu penyedia akses internet berkecepatan tinggi yang terkemuka di Indonesia.

"Kesepakatan ini kami harapkan bisa diselesaikan pada kuartal ketiga tahun ini,” kata Direktur PT XL Axiata Tbk, Budi Pramantika dalam paparan publik perseroan, Jumat (22/4/2022).

Akuisisi ini akan menghasilkan sinergi dalam berbagai hal. Seperti berbagi jaringan backbone dan transmisi, serta akan menciptakan peluang bagi layanan konvergensi dan potensi dari segmen korporasi.

"Aksi akuisisi tersebut merupakan langkah berikutnya untuk mewujudkan visi sebagai penyedia layanan konvergensi terdepan di Indonesia,” imbuh Budi.

Pada 27 Januari 2022, XL PT XL Axiata Tbk (EXCL), Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd (AII), Asia Link Dewa (ALD), dan PT First Media Tbk (FM) teken perjanjian jual beli saham bersyarat pada 27 Januari 2022 terkait rencana akuisisi 66,03 persen saham Link Net oleh perseroan dan AII.

ALD menjual 1.017.766.198 saham yang mewakili 36,99 persen saham Link Net dan FM akan menjual 798.969.286 saham atau mewakili 29,04 persen saham Link Net kepada XL Axiata dan AII.

AII akan membeli 1.266.419.288 saham yang mewakiliki 69,71 persen dan perseroan akan membeli 550.316.196 saham yang mewakili 30,29 persen saham yang dijual atau setara dengan 20 persen saham non pengendali Link Net dan entitas anak per 30 Juni 2021.

Harga pembelian saham Link Net dan perseroan seharga Rp 4.800 per saham. Dengan demikian, pembelian saham oleh AII sebesar Rp 6,07 triliun dan XL Axiata rogoh kocek Rp 2,6 triliun. Total pembelian saham Link Net oleh AII dan XL Axiata mencapai Rp 8,72 triliun.

 

 

4 dari 4 halaman

Akuisisi Saham Link Net Rp 8,7 Triliun

Sebelumnya, Axiata Investment (Indonesia Sdn Bhd dan XL Axiata caplok 66,03 persen saham Link Net dengan total nilai transaksi Rp 8,72 triliun.

PT XL Axiata Tbk (EXCL), Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd (AII), Asia Link Dewa (ALD), dan PT First Media Tbk (FM) teken perjanjian jual beli saham bersyarat pada 27 Januari 2022 terkait rencana akuisisi 66,03 persen saham Link Net oleh perseroan dan AII.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (27/1/2022), ALD menjual 1.017.766.198 saham yang mewakili 36,99 persen saham Link Net dan FM akan menjual 798.969.286 saham atau mewakiliki 29,04 persen saham Link Net kepada XL Axiata dan AII.

Adapun AII akan membeli 1.266.419.288 saham yang mewakiliki 69,71 persen dan perseroan akan membeli 550.316.196 saham yang mewakiliki 30,29 persen saham yang dijual atau setara dengan 20 persen saham non pengendali Link Net dan entitas anak per 30 Juni 2021.

Harga pembelian saham Link Net dan perseroan seharga Rp 4.800 per saham. Dengan demikian, pembelian saham oleh AII sebesar Rp 6,07 triliun dan XL Axiata rogoh kocek Rp 2,6 triliun. Total pembelian saham Link Net oleh AII dan XL Axiata mencapai Rp 8,72 triliun.

XL Axiata menyatakan, transaksi pembelian saham Link Net ini akan memberikan nilai positif bagi seluruh pemegang saham, manajemen dan karyawan. Selain itu memberi manfaat terhadap industri telekomunikasi di Indonesia secara lebih luas.

“Kepemilikan saham di Link Net diharapkan dapat membantu perseroan menangkap peluang broadband yang ada di Indonesia,” tulis perseroan.