Sukses

XL Axiata Targetkan Tutup 4.566 BTS 3G di Kuartal 2 2022

Liputan6.com, Jakarta - XL Axiata berkomitmen untuk menghapus layanan 3G lebih cepat dibandingkan operator lain. Perusahaan menyebut akan menutup sisa BTS 3G yang masih beroperasi dengan target kuartal kedua 2022.

Mengutip data perusahaan, Jumat (13/5/2022), pada akhir Maret 2022, jumlah BTS 3G XL Axiata sebanyak 52 ribu BTS.

Per Maret 2022, XL Axiata hanya memiliki 4.566 BTS 3G tersisa untuk ditutup hingga kuartal kedua 2022. XL Axiata menyebut, penutupan BTS 3G mereka lebih cepat dibandingkan operator lainnya.

Sementara itu, hingga akhir Maret 2022, total jumlah BRS 2G dan 4G XL Axiata mencapai lebih dari 133 ribu unit, meningkat dari sebelumnya sebanyak 94 ribu BTS 4G di akhir Maret 2021. Hal ini seiring dengan penutupan BTS 3G yang kemudian teknologinya dialihkan menjadi teknologi 4G.

Dengan demikian, area yang terlayani jaringan 4G juga bertambah menjadi sebanyak 460 kota/kabupaten.

Terus meningkatnya kekuatan jaringan XL Axiata tersebut searah dengan tingkat penggunaan layanan data yang lebih tinggi oleh pelanggan.

Selama periode 3 bulan pertama di 2022, trafik data XL Axiata meningkat pesat hingga naik 34 persen YoY dari 1.391 Petabyte menjadi 1.857 Petabyte.

Hal ini juga selaras dengan meningkatnya pengalaman pelanggan yang lebih baik, karena adanya peningkatan User Throughput dan perbaikan Latency selama kuartal pertama tahun ini.

Peningkatan pengalaman pelanggan atas internet XL Axiata rupanya juga berdampak pada pendapatan layanan data XL Axiata.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Sumbangan Layanan Data untuk Pendapatan XL Axiata

Perusahaan mencatat, pada periode kuartal pertama 2022 ini, pendapatan layanan data tercatat sebesar Rp 5,91 triliun, naik 10 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (YoY).

Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan, peningkatan customer experience kini menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan kinerja perusahaan.

"Strategi ini kami pandang sebagai cara terbaik menghadapi kompetisi bisnis yang berlangsung ketat, daripada merespon persaingan tarif layanan," kata Dian, dikutip dari keterangan resmi XL Axiata.

XL Axiata menyebut, pendapatan perseroan tumbuh dengan kontribusi pendapatan layanan data kini 96 persen.

"Secara rata-rata pelanggan semakin mendapatkan kenyamanan atas layanan yang kami berikan," katanya.

Selain itu, XL Axiata mencatat EBITDA kuartal pertama 2022 meningkat sebesar 2 persen (YoY) menjadi Rp 3,17 triliun, dengan margin 47 persen.

Sepanjang triwulan pertama 2022 ini, beban biaya operasional meningkat 14 persen (YoY) menjadi Rp 3,57 triliun dari Rp 3,13 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Meningkatnya biaya operasional ini dipengaruhi dari meningkatnya beban Biaya Regulasi serta Biaya Penjualan dan Pemasaran.

3 dari 4 halaman

ARPU XL Axiata Naik Jadi Rp 36 Ribu

XL Axiata juga berhasil meningkatkan Average Revenue Per User (ARPU) blended menjadi Rp 36 ribu dari Rp 35 ribu di periode yang sama tahun sebelumnya. Sekadar informasi, saat ini jumlah pelanggan XL Axiata menjadi 57 juta dan tingkat penetrasi smartphone meningkat sebesar 3 persen YoY menjadi 93 persen.

Dari sisi neraca, XL Axiata tetap mampu menjaga posisi neraca dalam posisi sehat dan terkendali, meskipun jumlah utang meningkat di kuartal pertama 2022 secara YoY.

Tercatat, utang kotor meningkat 12 persen YoY dan utang bersih meningkat 16 persen YoY. Free Cash Flow (FCF) berada pada tingkat yang sehat, dengan meningkat sebesar 59 persen ke angka Rp 1,94 triliun.

Untuk rasio utang bersih terhadap EBITDA juga masih baik mencapai 2,7x. Perusahaan tidak memiliki utang berdenominasi USD. Sebesar 81 persen dari pinjaman yang ada saat ini berbunga mengambang (floating) dan pembayarannya masih dapat dikelola hingga dua tahun ke depan.

Untuk membiayai pembangunan jaringan dan mendorong pertumbuhan pendapatan, capitalized capex menurun 35 persen YoY menjadi Rp 1,23 triliun.

4 dari 4 halaman

Layanan Digital dan Konvergensi XL Axiata

Penurunan ini disebabkan karena faktor jadwal pelaksanaan pembelanjaan modal meskipun jumlah belanja modal secara tahunan masih akan tetap sama.

Rencananya di tahun 2022 ini XL Axiata juga akan mengalokasikan belanja modal dengan nilai relatif sama dengan tahun lalu sekitar Rp 9 triliiun.

Aplikasi Digital dan Layanan Konvergensi

Akses internet yang lebih cepat berdampak positif pada pemakaian aplikasi digital, termasuk aplikasi milik perusahaan, yaitu “myXL” dan “Axisnet”.

Pada kedua aplikasi yang antara lain menawarkan berbagai paket layanan dan juga sarana customer service kepada pelanggan tersebut, masing-masing mengalami peningkatan pengguna aktif bulanan sejak awal pandemi.

Dengan demikian, peningkatan investasi yang telah XL Axiata implementasikan telah terbukti sangat mendukung peningkatan performa bisnis, terutama pada sisi efisiensi biaya serta peluang untuk meningkatkan penjualan produk.

Searah dengan visi perseroan untuk menjadi the no 1 Converged Operator in Indonesia, XL Axiata terus berupaya keras mengenalkan layanan konvergensi kepada masyarakat Indonesia, sekaligus meningkatkan manfaatnya.

Hasilnya, penetrasi layanan konvergensi ini telah mencapai 19 persen, yang berarti menunjukkan kuatnya permintaan atas produk ini. Akuisisi Linknet yang baru saja dilakukan akan sangat mendukung pengembangan produk konvergensi ini di masa mendatang.

(Tin/Isk)