Top 3: Investasi Uang THR, Instrumen Syariah Ini Dapat Dicoba

Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Rabu, 4 Mei 2022.

Diterbitkan 04 Mei 2022, 08:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Agar uang tunjangan hari raya (THR) tak hanya lewat, calon investor disarankan mengalokasikannya untuk investasi. Namun, tak semua orang tahu instrumen apa yang sebaiknya ia pilih. Biar makin berkah, calon investor bisa mempertimbangkan instrumen syariah.

Unit Usaha Syariah, Division Head Bank OCBC NISP, Mahendra Koesumawardhana menjelaskan, investasi syariah adalah salah satu cara penanaman modal dengan tujuan meraih keuntungan sesuai syariat islam. Prinsip hukum dan landasan operasional investasi ini bersumber dari Al-Qur’an, Al-Hadist, dan Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI. Investasi ini memiliki karakteristik yang membedakannya dari investasi konvensional.

Sebelum mengenal instrumen syariah, berikut beberapa perbedaan instrumen syariah dan konvensional dikutip Selasa (3/5/2022):

a. Menggunakan Sistem Bagi Hasil

Manajer investasi akan memberikan keuntungan melalui skema bagi hasil dengan rasio sesuai akad dan perjanjian. Besarnya return terhadap kontrak investasi berbeda-beda tergantung pada kondisi bisnis investasi syariah yang dijalankan.

b. Ada Kesepakatan Untung dan Rugi

Tak hanya menyepakati persentase keuntungan, akad investasi juga bersepakat mengenai kerugian. Dengan demikian, investor bisa mengetahui persentase kerugian yang harus Ia tanggung ketika usahanya merugi.

Artikel investasi uang THR, instrumen syariah ini dapat dicoba menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel di saham yang dirangkum Rabu (4/5/2022):

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1.Investasi Uang THR, Instrumen Syariah Ini Dapat Dicoba

Agar uang tunjangan hari raya (THR) tak hanya lewat, calon investor disarankan mengalokasikannya untuk investasi. Namun, tak semua orang tahu instrumen apa yang sebaiknya ia pilih. Biar makin berkah, calon investor bisa mempertimbangkan instrumen syariah.

Unit Usaha Syariah, Division Head Bank OCBC NISP, Mahendra Koesumawardhana menjelaskan, investasi syariah adalah salah satu cara penanaman modal dengan tujuan meraih keuntungan sesuai syariat islam. Prinsip hukum dan landasan operasional investasi ini bersumber dari Al-Qur’an, Al-Hadist, dan Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI. Investasi ini memiliki karakteristik yang membedakannya dari investasi konvensional.

Sebelum mengenal instrumen syariah, berikut beberapa perbedaan instrumen syariah dan konvensional dikutip Selasa (3/5/2022):

a. Menggunakan Sistem Bagi Hasil

Manajer investasi akan memberikan keuntungan melalui skema bagi hasil dengan rasio sesuai akad dan perjanjian. Besarnya return terhadap kontrak investasi berbeda-beda tergantung pada kondisi bisnis investasi syariah yang dijalankan.

b. Ada Kesepakatan Untung dan Rugi

Tak hanya menyepakati persentase keuntungan, akad investasi juga bersepakat mengenai kerugian. Dengan demikian, investor bisa mengetahui persentase kerugian yang harus Ia tanggung ketika usahanya merugi.

Berita selengkapnya baca di sini

2.Produsen Sari Roti Cetak Rekor Penjualan pada Kuartal I 2022

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), produsen sari roti mencatatkan pertumbuhan laba bersih 55,7 persen di kuartal I 2022 menjadi sebesar Rp88,3 miliar dibandingkan kuartal I 2021 sebesar Rp 56,7 miliar.

Hal tersebut disampaikan Direktur Nippon Indosari Corpindo Arlina Sofia melalui siaran persnya, ditulis Selasa (3/5/2022).

Pencapaian ini merupakan hasil dari penambahan kapasitas produksi perseroan serta perluasan sebaran distribusi produk perseroan. Penjualan roti perseroan di kuartal I 2022 tumbuh sebesar 15,5 persen menjadi sebesar Rp908,9 miliar. Pada periode sama tahun sebelumnya, perseroan catat penjualan Rp 787 miliar.

"Kami berhasil memecahkan rekor penjualan bahkan di tengah pandemi Covid-19. Penjualan ini sebesar Rp908,9 miliar ini sekaligus menjadi prestasi tertinggi kami sejak perusahaan ini berdiri 27 tahun lalu," kata dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, produsen roti dengan merek “Sari Roti” ini dalam lima tahun terakhir telah membangun empat pabrik baru yang berlokasi di Batam, Gresik, Balikpapan dan Banjarmasin.

Dengan tambahan empat pabrik baru tersebut, total kapasitas produksi perseroan naik menjadi 5,1 juta potong roti per hari. Hal ini juga memperkuat jaring distribusi perseroan ke seluruh Indonesia.

 

Berita selengkapnya baca di sini

3.Elon Musk Mejeng di Met Gala 2022 Usai Beli Twitter

Elon Musk, yang menjadi perbincangan pekan lalu atas keberhasilannya membeli Twitter seharga USD 44 miliar atau sekitar Rp 638,67 triliun (asumsi kurs Rp 14.515 per dolar AS), tampaknya rehat sejenak dari tweeting untuk tampil di Met Gala 2022 bersama ibunya, supermodel Maye Musk.

Melansir New York Times, Selasa (3/5/2022), Musk terakhir menghadiri Met Gala pada 2018 dengan tema saat itu adalah "Heavenly Bodies”. Momen tersebut sekaligus menandai debut Elon Musk di karpet merah bersama Grimes, kekasihnya saat itu.

Sementara Met Gala pertama Maye Musk adalah pada 2016. Karier modelingnya berlangsung selama lima dekade. Dia juga seorang ahli diet dan ahli gizi dengan dua gelar master. Pada 2013, ia muncul di video musik Beyoncé "Haunted”.

Berita selengkapnya baca di sini