Sukses

TBS Energi Siapkan Belanja Modal Setara Rp 4,3 Triliun hingga 2025

Liputan6.com, Jakarta - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menjadi salah satu perusahaan tambang batu bara yang perlahan mengubah bisnisnya menjadi energi baru terbarukan (EBT). Untuk mendukung transformasi itu, perseroan memiliki sejumlah renewable project dengan kapasitas energi hingga 918 MW.

Head of Corporate Strategy PT TBS Energi Utama Tbk, Nafi Achmad Sentausa mengungkapkan, ada lima proyek renewable energy atau energi baru terbarukan yang ditargetkan selesai pada 2025.

"Kami 2022 merupakan tahun yang penting untuk TBS di mana kita sudah mulai konstruksi untuk proyek mini hydro di Lampung Dan kita juga targetkan untuk bisa secure project lainnya baik 2024 atau awal 2025,” kata Nafi, dalam webinar dengan PT Samuel Sekuritas ditulis Kamis (3/3/2022).

Proyek-[proyek ](https://www.liputan6.com/saham/read/4898687/evergrande-jual-empat-proyek-setara-rp-484-triliun "")tersebut yakni Hydro di Lampung, yang sebelumnya disebutkan telah mulai konstruksi dengan kapasitas 214 MW senilai USD 15–18 juta.

Kemudian di NTT ada Wind dengan kapasitas 22 MW memerlukan USD 50—66 juta dan Biomass 20 MW di NTT senilai USD 34—38 juta.

Solar PV 48 MW di Kepulauan Riau membutuhkan sekitar USD 34—38 juta, dan Waste to Energy 20 MW di Sulawesi Utara diperkirakan menelan USD 136—140 juta.

Dengan demikian, keseluruhan belanja modal yang disiapkan untuk proyek-proyek itu sekitar USD 285—322 juta.

"Dari segi investasi yang dibutuhkan sekitar USD 300 juta atau sekitar Rp 4,31 triliun (asumsi kurs Rp 14.381 per dolar AS) dan untuk project cost akan didanai baik melalui ekuitas maupun debt financing,” kata Nafi.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Gerak Saham TOBA

Pada penutupan perdagangan Rabu, 2 Maret 2022, saham TOBA melemah 1,11 persen ke posisi Rp 1.340 per saham. Saham TOBA naik lima poin ke posisi Rp 1.360 per saham.

Saham TOBA berada di level tertinggi Rp 1.415 dan terendah Rp 1.300 per saham. Total frekuensi perdagangan 7.005 kali dengan volume perdagangan 244.833 saham. Nilai transaksi Rp 33,1 miliar.