Sukses

Mengenang Arifin Panigoro, Sang Pendiri Grup Medco

Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka menyelimuti dunia usaha Indonesia. Pendiri grup Medco Arifin Panigoro meninggal dunia pada Senin, 28 Februari 2022 di Rochester, Minneapolis, Amerika Serikat (AS).

Arifin Panigoro mengembuskan nafas terakhir setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setempat. Arifin Panigoro lahir pada 14 Maret 1945 di Bandung, Jawa Barat, merupakan pendiri dan pemilik grup Medco, perusahaan energi dan pertambangan yang berdiri sejak 1980 di Indonesia.

Selama hidupnya, Arifin Panigoro juga telah berkiprah di berbagai bidang untuk kemajuan bangsa dan negara.

"Kami keluarga besar Bapak Arifin Panigoro dan Medco Group berterima kasih atas bantuan dari semua pihak dan pekerja atas dukungan dan doa selama beliau dirawat. Mohon dimaafkan apabila ada kekhilafan selama beliau beraktivitas selama ini," ujar Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk Hilmi Panigoro, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (28/2/2022).

Arifin Panigoro mendirikan grup Medco pada 1980. Medco ini pun merupakan singkatan dari Meta Epsi Pribumi Drilling Company (Medco) dan memulai kegiatan operasional komersialnya pada 13 Desember 1980.

Mengutip Kanal Bisnis Liputan6.com, Arifin Panigoro merupakan mahasiswa Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia memperoleh gelar Sarjana Teknik Elektro dari ITB pada 1973. Dari kampus yang sama, ia pun mendapatkan gelar kehormatan (doctor honoris causa) pada Januari 2010 dengan pidato ilmiahnya “Kuasai Teknologi, Bangun Ekonomi, Tegakkan Martabat Bangsa”.

Pada 1998, Arifin Panigoro mundur dari kepengurusan Perseroan. Sejak itu,ia berperan sebagai penasihat, terutama dalam hal mengarahkan peluang-peluang usaha baru di bidang minyak dan gas.

Adapun Pria kelahiran Gorontalo ini sudah memulai bisnis menjadi kontraktor instalasi listrik. Kemudian memulai karier di industri minyak dan gas pada 1980. Ia bersama teman-temannya memulai gagasan untuk membangun bisnis jasa pengeboran minyak dan gas pada 1980-an.

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 13 Desember 2019 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain itu, Arifin Panigoro juga pernah terlibat di dalam sepak bola nasional. Salah satunya dengan menggelar turnamen sepak bola Piala Medco.

Ia juga pernah kembali masuk daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes. Ia mencatat kekayaan sekitar USD 655 juta pada 2018. Saat itu, ia berada di posisi 46 untuk daftar orang terkaya Indonesia pada 2018.

Adapun MedcoEnergi, perusahaan yang didirikan Arifin Panigoro ini memulai eksplorasi dan produksi minyak dan gas ketika akuisisi kontrak eksplorasi dan produksi Tesoro di Kalimantan Timur (TAC dan PSC) pada 1992. Selain itu, perseroan juga mengambilalih 100 persen saham PT Stanvac Indonesia dari Exxon dan Mobil Oil pada 1995.

Untuk mengembangkan usahanya, Arifin pun membawa MedcoEnergi untuk mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1994.

Salah satu tonggak sejarah penting Medco Energi Internasionalpada 1995. Saat itu, MedcoEnergi Internasional akuisisi 100 persen saham PT Stanvac Indonesia dari Exxon Mobil yang memegang PSC untuk tiga blok migas di Sumatera Selatan bagian tengah dan selatan, Rimau dan Pasema.

Mengutip laman MedcoEnergi, pada 2004 perseroan go international. Hal ini seiring MedcoEnergi perluas aktivitas hulu di bidang minyak dan gas dengan akuisisi 100 persen saham Novus Petroleum Ltd, perusahaan minyak dan gas Australia yang tercatat sebagai perusahaan publik dan beroperasi di Australia, Amerika Serikat, Timur Tengah, dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Pada 2004, perseroan mulai operasikan kilang LPG yang mengolah gas ikutan dari produksi minyak di Lapangan Kaji. Perseroan juga mulai memasuki bisnis pembangkit listrik tenaga gas. Kini wilayah operasi perseroan telah diperluas dari Indonesia ke Oman, Yaman, Libya, dan Amerika Serikat.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Ekspansi Usaha

Tonggak penting lainnya yaitu pada 2016. Saat itu, MedcoEnergi akuisisi kepemilikan tidak langsung tambang tembaga dan emas perusahaan Amman Mineral Nusa Tenggara atau Newmont.

PT Newmont Nusa Tenggara operasikan tambang tembaga dan emas Batu Hijau di Kepulauan Sumbawa, Indonesia.

Arifin pernah mengatakan, salah satu alasannya ingin akuisisi Newmont sebagai upaya pengembangan perusahaan.

Selama ini Medco bergerak di bidang eksplorasi dan produksi migas. Medco juga punya industri hilir yang produksi elpiji, distribusi bahan bakar diesel dan pembangkit tenaga listrik.

"Diversifikasi. Saya kira baik diversifikasi, karena minyak itu baru oke 2-3 tahun lagi. Lama. Kalau kita hanya rely on minyak saja berat menahannya. Kalau 2015 ini US$ 160 juta kita jeblok. Dua tahun lagi begitu ya bubar perusahaan," ujar dia pada 6 April 2016.

Oleh sebab itu, dia menilai, sangat penting bagi perusahaan untuk menambah lini bisnis. Bahkan untuk merealisasikan hal ini, Arifin mengaku tidak segan membangun pabrik pemurnian (smelter) seperti yang telah diatur pemerintah.

"Emas relatif stabil. Kalaupun turun tapi enggak sejeblok komoditas kayak batu bara. (Smelter) Itu harus. Itu kita sudah janji," ujar dia.

Pada tahun yang sama, perseroan juga akuisisi 40 persen kepemilikan operator PSC South Natuna Sea Blok B.

Grup Medco makin berkembang dan memiliki ruang lingkup usaha melakukan aktivitas perusahaan holding, jasa konsultasi manajemen dan melakukan usaha perdagangan. 

Adapun ruang lingkup aktivitas utama entitas anak meliputi pertambangan dan penggalian, industri, perdaganan, jasa konstruksi, pengangkutan, pekerjaan kontrak, distribusi, jasa teknik dan industri, termasuk penyediaan tenaga listrik dan jasa pendukung tenaga listrik lainnya.

Medco Energi International dan entitas anaknya memiliki karyawan tetap masing-masing sekitar 2.895 (tidak diaudit) dan 2.916 (tidak diaudit) pada 30 September 2021 dan 31 Desember 2020.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS