Sukses

Google Tunda Rencana Karyawan Bekerja dari Kantor Imbas Omicron

Liputan6.com, Jakarta - Induk usaha Google Alphabet menunda kembalinya karyawan di Eropa, Timur Tengah dan Afrika untuk kembali kerja dari kantor pada Januari. Hal ini  karena kekhawatiran terhadap varian omicron, belum tahu sampai kapan.

Pada Agustus, raksasa mesin pencari memperpanjang kebijakan sukarela untuk bekerja di kantor hingga 10 Januari 2021. Google belum memutuskan kapan akan mengakhiri sistem kerja dari rumah (WFH) di negara-negara itu. Perusahaan masih menunggu dan memantau kondisi lokasi kantor terkait aman.

Presiden Google untuk wilayah EMEA Matt Brittin menyampaikan kepada karyawan perusahaan akan menunda tenggat waktu di luar tanggal tersebut. Brittin menjadi orang pertama yang memberitahukan berita tersebut pada Kamis, 2 Desember 2021.

Google mengungkapkan pesan Brittin sejalan dengan panduan sebelumnya. Karyawan Google akan kembali ke kantor maksimal pada 10 Januari 2021.

Namun, pekerja Amerika Serikat (AS) dan Amerika Utara belum menerima panduan apa pun terkait perubahan rencana bekerja dari kantor.

Perusahaan pimpinan Sundar Pichai menjadi pionir yang meminta karyawan untuk bekerja dari rumah selama pandemi COVID-19. Sejauh ini, tercatat 79 kasus varian Omicron di kawasan Eropa.

Mutasi terbaru dari COVID-19, omicron pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan bulan lalu. Data disampaikan Badan Kesehatan Masyarakat Uni-Eropa (European Union's Public Health Agency) pada Kamis pagi, 2 Desember 2021 (Ayesha Puri)

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Bakal Rilis Smartwatch

Sebelumnya, mengutip Kanal Tekno Liputan6.com,  Google sedang bersiap untuk meluncurkan sebuah smartwatch pertama buatan mereka sendiri.

Hal ini diungkap lewat oleh seseorang yang mengetahui informasi ini, dan laporan terbaru dari media Insider.

Dikutip dari The Verge, Sabtu, 4 Desember 2021, raksasa mesin pencari itu berencana untuk meluncurkan smartwatch perdananya pada 2022.

Jam tangan pintar pertama milik Google dengan nama kode "Rohan" ini kabarnya sedang dikerjakan oleh tim Google Pixel, berbeda dari Fitbit.

Perangkat ini diprediksi akan dijual dengan harga lebih mahal dari Fitbit, dan bersaing langsung dengan Apple Watch, menurut sumber The Verge.

Lebih lanjut, Pixel Watch--masih belum nama aslinya--ini akan memiliki fitur fitness tracking.

Seperti perangkat wearable lainnya, jam pintar ini juga akan menyertakan fitur penghitung langkah dan monitor detak jantung.

Sebelumnya, Google juga dilaporkan sedang mengerjakan debut perangkat baru yang merupakan integrasi Fitbit ke Wear OS (dengan nama kode "Nightlight").

Saat ini, Google mengembangkan lebih lanjut Wear OS buatannya dengan memperkenalkan Wear OS 3.

Dikembangkan bersama dengan Samsung, Google merilis Wear OS 3 ini untuk perangkat Galaxy Watch 4.

Sebagai pengganti Tizen OS, kini Samsung dapat memanfaatkan sebagian besar layanan dan aplikasi Google di smartwatch mereka.

 

 

Reporter: Ayesha Puri