Sukses

Pembangunan Smelter Selesai, Kapuas Prima Coal Bidik Pendapatan Naik hingga Rp 1,4 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Emiten produsen base metal,  PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) telah merampungkan pembangunan smelter timah hitam atau timbal (Pb) di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah.

Setelah beroperasi, smelter ini diharapkan mampu memberikan tambahan pendapatan USD 60-80 juta atau setara Rp 860,02 juta hingga Rp 1,14 triliun (asumsi kurs Rp 14.333 per dolar AS) pada 2022.

Hal tersebut disampaikan direktur perseroan Evelyne Kioe melalui siaran persnya yang diterima Liputan6.com, Senin, 29 November 2021.

Proses pembangunan smelter timbal ZINC tersebut sudah dimulai sejak 2016. Smelter ini akan mulai beroperasi pada Desember 2021, dan akan menjadi satu-satunya smelter timbal di Indonesia yang berada di bawah pengoperasian salah satu anak usaha ZINC,yaitu Kapuas Prima Citra. Pembangunan smelter ini telah menelan investasi sebesar USD 15 juta atau sekitar Rp 215,13 miliar. 

"Jika sudah beroperasi, ditargetkan kapasitas outputproduksi timbal dari smelter mencapai 20.000ton bullion per tahun. Dari tambahan produksi smelter tersebut kami harapkan mampu memberikan tambahan pendapatan sebesar USD 60-80 juta di tahun depan.” kata Evelyne.

Dalam pengoperasian smelter, Kapuas Prima Coal berkomitmen untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dengan telah memenuhi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL. Rencananya semua limbah digunakan kembali sehingga tidak terbuang dan menjadi limbah yang berbahaya. 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Bangun Smelter untuk Seng

Selain smelter timbal yang telah selesai dibangun, ZINC juga sedang membangun smelter untuk seng (Zn). Pembangunan smelter seng saat ini masih berlanjut dengan perkembangan pembangunan sudah mencapai 82,89 persen per kuartal III-2021.

"Smelter seng ini diharapkan dapat mulaiberoperasi pada Kuartal I-2023 dengankapasitas produksi mencapai 30.000 ton ingotper tahun," kata dia.

Hingga September 2021,ZINC mencatatkan penjualan sebesar Rp 612,6miliar atau meningkat 61 persen dibandingkan dengan periode sama pada 2020.

Sementara laba bersih ZINC juga melonjak148 persen atau sebesar Rp 65,4 miliar dari Rp 26,4miliar pada periode yang sama pada tahunsebelumnya. Pencapaian ini didorong olehpenjualan Zinc (Zn) yang mencapai Rp260,4miliar dan Timbal (Pb) Rp 96 miliar.

Pada perdagangan Senin, 29 November 2021, saham ZINC ditutup melemah ke Rp 117 per saham, sementara di perdagangan sebelumnya, Jumat, 26 November 2021, saham ZINC ditutup di Rp 118 per saham. Kapitalisasi saham ZINC tercatat sebesar Rp 25,25 miliar.

 

Reporter: Elizabeth Brahmana