Sukses

Menarik Perhatian, Investor Domestik Banyak Minati IPO Bukalapak

Liputan6.com, Jakarta - PT Bukalapak.com Tbk resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode BUKA. Menarik perhatian, Bukalapak telah menambahporsi pooling allotment bagi investor ritel dari semula 2,5 persen menjadi 5 persen dari total pemesanan yang tersedia.

Oleh karena itu, saham yang dialokasikan untuk porsi pooling allotment bagi investor retail naik dari yang sebelumnya Rp 547,5 miliar menjadi sekitar Rp 1,1 triliun.

Melihat hal tersebut, Presiden Direktur Bukalapak, Rachmat Kaimuddin menyebut investor yang mendominasi saat IPO masih datang dari dalam negeri atau domestik.

"Kalau kita lihat dari IPO itu sendiri cukup banyak yang tertarik hampir 100 ribu investor yang masuk tentunya mayoritas itu investor domestik," kata Rachmat

Selain itu, Plt. Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Silva Halim menyebut, minat investor asing dan investor domestik terkait investasi saham di Bukalapak sangat besar.

"Memang terdapat beberapa investor dari negara luar yang tertarik. Tercatat bahwa penawaran saham Bukalapak (melalui metode pooling) mengalami kelebihan permintaan sekitar 8,7 kali lipat,” ujarnya.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Dana yang Berhasil Dihimpun dari IPO

Sesuai dengan ketentuan dalam penawaran umum perdana saham, Bukalapak menawarkan 25.765.504.800 lembar saham dengan harga penawaran sebesar Rp 850 per lembar saham.

Dana yang berhasil dihimpun dari IPO ini, sekitar Rp 21,9 triliun dan akan digunakan untuk modal kerja perusahaan dan anak usahanya, sehingga layanan kinerja mampu meningkat ke arah yang lebih baik.

Sebelumnya, Bukalapak telah menyelesaikan proses penawaran awal (bookbuilding) dan roadshow sejak 9-19 Juli 2021 serta penawaran umum 27-30 Juli 2021. Sebagai hasil dari antusiasme yang besar dari para investor umum, tercatat jumlah pemesanan yang tinggi, mencapai sekitar Rp 4,8 triliun.