Sukses

Indofarma Catat Penjualan Rp 849,32 Miliar pada Semester I 2021

Liputan6.com, Jakarta - PT Indofarma Tbk (INAF) mencetak kinerja positif sepanjang semester I 2021. Penjualan perseroan tumbuh signifikan, dan membalikkan kondisi menjadi laba pada enam bulan pertama 2021.

PT Indofarma Tbk mencatat penjualan Rp 849,32 miliar pada semester I 2021. Realisasi penjualan ini naik 89,87 persen dari periode semester I 2020 sebesar Rp 447,29 miliar. Beban pokok penjualan bertambah 59,35 persen menjadi Rp 522,48 miliar dari periode semester I 2020 sebesar Rp 327,87 miliar.

Laba bruto tercatat Rp 326,84 miliar. Realisasi laba bruto tersebut tumbuh 173,68 persen dari periode semester I 2020 sebesar Rp 119,42 miliar. Beban penjualan naik 45,11 persen menjadi Rp 87,25 miliar pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 60,12 miliar. Beban umum dan administrasi naik 42 persen menjadi Rp 67,97 miliar pada semester I 2021.

Laba usaha perseroan tercatat Rp32,21 miliar pada semester I 2021. Laba usaha tersebut tumbuh 97,47 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 16,31 miliar.

PT Indofarma Tbk mencatat laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 977,78 juta pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 4,66 miliar.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Total Liabilitas

Total liabilitas perseroan naik menjadi Rp 1,51 triliun pada 30 Juni 2021 dari periode Desember 2020 sebesar Rp 1,28 triliun. Total ekuitas perseroan naik menjadi Rp 431,31 miliar pada 30 Juni 2021 dari Desember 2020 sebesar Rp 430,32 miliar.

Total aset naik menjadi Rp 1,95 triliun pada 30 Juni 2021. Perseroan kantongi kas dan setara kas sebesar Rp 117,96 miliar pada 30 Juni 2021.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 30 Juli 2021, saham PT Indofarma Tbk (INAF) melemah 1,85 persen ke posisi Rp 2.650 per saham. Saham INAF turun 10 poin ke posisi Rp 2.690 per saham. Saham INAF berada di level tertinggi Rp 2.730 dan terendah Rp 2.650 per saham. Total frekuensi perdagangan 534 kali dengan volume perdagangan 6.115. Nilai transaksi Rp 1,6 miliar.