Sukses

Bakal Gelar Rights Issue, Saham Diamond Citra Properti Naik 4 Persen

Liputan6.com, Jakarta - PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) berencana melakukan penambahan modal Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Rabu (14/7/2021), perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 14,35 miliar saham dalam Penawaran Umum Terbatas (PUT) I dengan nilai nominal ditetapkan Rp 20.

Setiap pemegang satu saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan pada tanggal 14 Oktober 2021 pukul 16.00 WIB, berhak atas dua HMETD. Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 Saham Baru.

Dalam pelaksanaan PUT I ini, UHS, GMI dan AGC akan bertindak sebagai Pembeli Siaga yang akan mengambil sisa saham yang diterbitkan Perseroan yang tidak diambil bagian oleh para Pemegang Saham Perseroan masing-masing

Sebelumnya, pada Pada 5 Maret 2021, PT Karya Permata Inovasi Indonesia (KPII) selaku pemegang saham utama dan pengendali Perseroan serta Tjandra Tjokrodiponto selaku pemegang saham Perseroan, telah memberikan pernyataan tidak akan melaksanakan HMETD yang dimilikinya dan tidak akan mengalihkan HMETD yang dimilikinya kepada pihak lain sehubungan dengan PUT I.

Apabila seluruh Pemegang Saham Perseroan tidak melaksanakan HMETD yang menjadi haknya dalam PUT I ini, Universal Headway System Pte. Ltd. (UHS), PT Global Modern Investasia Pte. Ltd. (GMI), dan PT Asian Growth Company Pte. Ltd. (AGC) selaku Pembeli Siaga akan membeli secara non-tunai (inbreng) sisa saham yang diterbitkan Perseroan melalui pelaksanaan HMETD.

Rinciannya, masing-masing sebanyak 3 miliar saham baru pada Harga Penawaran, yaitu sebesar Rp 50 setiap saham dengan melakukan inbreng atas 99,99 persen saham milik UHS, GMI, dan AGC di CDP senilai Rp 450 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Terbitkan Waran

Bersamaan dengan PUT I ini, Perseroan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 897.125.048 Waran Seri II atau setara dengan 12,56 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.

Setiap 16 saham hasil pelaksanaan HMETD tersebut melekat 1 Waran seri II. Setiap pemegang 1 waran berhak untuk membeli 1 saham Perseroan dengan harga pelaksanaan Rp 300 per saham. Sehingga seluruhnya berjumlah sebesar-besarnya Rp 269,14 miliar.

Waran Seri II dapat dilaksanakan selama periode pelaksanaan waran yaitu mulai 18 April 2022-18 Oktober 2022. Sekitar 62,7 persen dana yang diperoleh dari PUT I ini akan digunakan untuk mengakuisisi 99,99 persen atau sebanyak 11.812 saham di CDP yang dimiliki oleh UHS, GMI dan AGC.

Saham tersebut merupakan bentuk penyetoran modal secara inbreng atas 9 miliar lembar saham Perseroan dalam PUT I. Kemudian sekitar 37,3 persen akan digunakan untuk modal kerja Perseroan dan/atau Entitas Anak antara lain untuk pembayaran gaji karyawan dan tunjangan serta biaya operasional.

Sedangkan, dana hasil penerbitan Waran Seri II, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan dan/atau Entitas Anak antara lain untuk pembayaran gaji karyawan dan tunjangan serta biaya operasional.

Perseroan berencana untuk melaksanakan PUT I segera setelah Pernyataan Pendaftaran dalam rangka PUT I dinyatakan efektif oleh OJK. Tidak lebih dari 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPS yang rencananya akan digelar 18 Agustus mendatang.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu, 14 Juli 2021, saham DADA naik 4 persen ke posisi Rp 52 per saham. Saham DADA dibuka stagnan Rp 50. Saham DADA berada di level tertinggi Rp 63 dan terendah Rp 50. Total frekuensi perdagangan saham 14.679 kali dengan nilai transaksi Rp 34,3 miliar.