Sukses

Kembangkan Proyek di Gorontalo, BRMS Kembali Bidik Dana dari Rights Issue

Liputan6.com, Jakarta - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) akan menambah modal dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

PT Bumi Resources Minerals Tbk akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 24 miliar saham seri B baru yang berasal dari saham portepel dengan nilai nominal Rp 50 per lembar saham.

Perseroan akan memakai dana rights issue untuk modal kerja dan mengembangkan usaha di Gorontalo melalui anak usaha perseroan PT Gorontalo Minerals. Pengembangan usaha itu antara lain:

a.Pembangunan pabrik dengan kapasitas produksi 2.000 ton per hari, untuk pengolahan bijih emas dan perak dari kegiatan operasi prospek;

b. Pembangunan fasilitas pendukung tambang (waste dump, sediment pond, explosive magazine, powerhouse, warehouse, nursery facility, workshop, town site, office);

c. Pengeboran detail terkait penambahan cadangan bijih emas dengan mineral pengikut perak;

d. Pembangunan infrastruktur jalan tambang (hauling road) sepanjang lebih dari 30 kilometer dengan lebar 12 meter dan fasilitas jembatan sepanjang 75 meter dari Pelabuhan Tombolilato ke lokasi tambang emas dan tembaga;

e. Pembangunan Fasilitas Pengelolaan Limbah (Tailing Management Facility), termasuk pengeringan limbah bijih (dry tailing plant), tailing dam, dan detoxification plant; dan

f. Pembelian alat berat serta peralatan tambang.

Selain itu, perseroan juga akan menerbitkan waran sebanyak-banyaknya 8.500.000.000 waran seri III. Waran ini menyertai penerbitan saham baru. Dana hasil penerbitan waran untuk pembiayaan modal kerja dan kegiatan operasional perseroan.

Untuk menggelar aksi korporasi ini, PT Bumi Resources Minerals akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 Agustus 2021.

 

2 dari 3 halaman

Baru Gelar Rights Issue

Sebelumnya Perseroan melaporkan penggunaan dana hasil rights issue dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 25 Juni 2021. Perseroan menyatakan telah memperoleh dana Rp 1,6 triliun dari rights issue.

Dana hasil rights issue yang telah direalisasikan antara lain sebesar Rp 701,28 miliar untul pemberian pinjaman kepada PT Citra Palu Minerals. Hal ini seiring pembangunan pabrik pengolahan bijih emas dengan kapasitas 4.000 ton bijih per hari.

“Pemberian pinjaman kepada anak usaha dalam hal ini kepada anak usaha PT Citra Palu Minerals,” tulis perseroan dalam keterangan tertulis.

Pinjaman itu senilai Rp 336,03 miliar untuk pengeborna empat prospek emas untuk menambah cadangan bijih di Palu, Sulawesi. Selain itu, Rp 76,70 miliar digunakan untuk pemberian pinjaman kepada anak usaha PT Gorontalo Minerals. Pinjaman itu untuk pengeboran dua prospek emas untuk menambah cadangan bijih di Motomboto, Gorontalo.

Kemudian dana Rp 435,40 miliar pelunasan utang perseroan kepada PT Bumi Resources Tbk. Hal ini terkait pekerjaan konstruksi awal pabrik pengolahan pertama.

“Rp 403,10 miliar, sisa dana itu akan digunakan untuk pembiayaan modal kerja perseroan,” tulis perseroan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini