Sukses

Telkom Indonesia Kantongi Pendapatan Rp 33,94 Triliun pada Kuartal I 2021

Liputan6.com, Jakarta - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan pertumbuhan laba bersih tetapi pendapatan turun tipis pada kuartal I 2021.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (28/6/2021), PT Telkom Indonesia Tbk meraup pendapatan Rp 33,94 triliun selama kuartal I 2021. Realisasi pendapatan ini turun tipis 0,72 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 34,19 triliun.

Perseroan mencatat kenaikan sejumlah beban selama kuartal I 2021. Beban, operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi naik 2,4 persen menjadi Rp 8,45 triliun dari periode kuartal I 2020 sebesar Rp 8,25 triliun.

Beban penyusutan dan amortisai naik menjadi Rp 7,28 triliun pada kuartal I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 6,84 triliun. Beban karyawan naik 1,4 persen dari Rp 3,45 triliun pada kuartal I 2020 menjadi Rp 3,50 triliun pada kuartal I 2021. Beban pemasaran naik dari Rp 641 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp 755 miliar pada kuartal I 2021.

Di sisi lain, beban umum dan administrasi turun 17,74 persen dari Rp 1,57 triliun selama kuartal I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,29 triliun. Perseroan mencatat penurunan laba selisih kurs dari Rp 205 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp 78 miliar pada kuartal I 2021. Selain itu, perseroan mencatat penghasilan lain-lain Rp 98 miliar dari sebelumnya rugi Rp 186 miliar.

Laba usaha turun 1,9 persen dari Rp 11,92 triliun pada kuartal I 2020 menjadi Rp 11,69 triliun pada kuartal I 2021. Perseroan mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 2,59 persen menjadi Rp 6,01 triliun pada kuartal I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,86 triliun.

Total liabilitas tercatat naik dari Rp 126,05 triliun pada Desember 2020 menjadi Rp 129,05 triliun pada kuartal I 2021. Total ekuitas naik menjadi Rp 127,89 triliun pada kuartal I 2021 dari periode Desember 2020 sebesar Rp 120,88 triliun.

PT Telkom Indonesia Tbk mencatat aset naik dari Rp 246,94 triliun menjadi Rp 257,84 triliun pada kuartal I 2021. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 31,72 triliun pada kuartal I 2021.

2 dari 4 halaman

Gerak Saham TLKM

Pada perdagangan saham Senin, 28 Juni 2021, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) susut 2,46 persen ke posisi Rp 3.170 per saham. Saham TLKM dibuka di posisi Rp 3.250 per saham.

Saham TLKM berada di level tertinggi Rp 3.260 dan terendah Rp 3.170 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 16.834 kali dengan volume perdagangan 870.286. Nilai transaksi Rp 278,6 miliar.

3 dari 4 halaman

Belanja Modal pada 2021

Sebelumnya, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) bakal alokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 34,11 triliun untuk ekspansi pada 2021.

"Capex kita sebagaimana di tahun-tahun sebelumnya, kita berada di range sekitar 25 persen dari revenue,” ujar Direktur Utama Telkom Indonesia, Ririek Adriansyah dalam konferensi pers, Jumat, 28 Mei 2021.

Pendapatan Telkom Indonesia tercatat sebesar Rp 136,46 triliun atau tumbuh sebesar 0,7 persen yoy pada 2020. Ririek merincikan, sebagian besar belanja modal itu akan digunakan untuk  mengembangkan beberapa layanan perseroan, seperti network atau digital connectivity, digital platform, dan services.

Pada 2021, Perseroan tak hanya akan mengembangkan perluasan jaringan. Namun juga akan menggarap berbagai layanan di digital platform, serta menyelesaikan pembangunan data center di Cikarang, Jawa Barat.

Melonjaknya kebutuhan akses internet di rumah yang meningkat cukup besar pada masa pandemi, turut berimbas pada kenaikan pelanggan IndiHome lebih dari 1,01 juta. Sehingga pada akhir 2020 jumlah pelanggan IndiHome mencapai 8,02 juta pelanggan atau tumbuh 14,5 persen jika dibanding akhir 2019. 

Kondisi tersebut berdampak positif bagi Perseroan dengan layanan triple play IndiHome mencatat kenaikan pendapatan sebesar 21,2 persen menjadi Rp 22,2 triliun dibanding tahun lalu dan memperkuat posisi IndiHome sebagai internetnya Indonesia dengan pangsa pasar terbesar.

Sementara dari segmen Mobile, Telkomsel mampu mempertahankan posisi sebagai operator seluler terbesar di Indonesia dengan cakupan nasional yang melayani 169,5 juta pelanggan, di mana 115,9 juta di antaranya merupakan pengguna mobile data. 

Pendapatan digital business Telkomsel tumbuh cukup baik sebesar 7 persen YoY menjadi Rp 62,34 triliun, yang didorong oleh semakin tingginya kebutuhan layanan data masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

Dengan pendapatan data seluler yang cukup kuat, Telkom Indonesia mencatat total pendapatan Data, Internet dan IT Service sebesar Rp 70,99 triliun atau tumbuh 8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Kami cukup optimis kinerja akan membaik bertumbuh di sekitar low to mid single digit," kata Ririek.

 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini