Sukses

Investor Pasar Modal Meningkat 96 Persen hingga Mei 2021

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, peningkatan investor di pasar modal terjadi hingga 96 persen secara year on year. Hal itu disampaikan saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, pertumbuhan ini didominasi oleh investor ritel.

"Penguatan ini di dukung investor yang naik 96 persen secara year on year di bulan Mei 2021. 5,7 juta investor di mana 99 persen investor tersebut adalah retail," kata Wimboh.

Tak hanya itu, Wimboh juga menuturkan, bila aliran dana non resident sudah kembali ke pasar modal dengan mencatat net buy atau aksi beli sebesar Rp16,44 triliun year to date.  

"IHSG sudah secara perlahan kembali setelah ada tekanan yang cukup besar di awal tahun dan juga bisa kami sampaikan angka terkahir sudah di atas 6.000 yakni 6.095 dan bahkan minggu lalu menguat 2,49 persen secara mouth to date," ujarnya.

Penghimpunan dana melalui penawaran umum juga ditegaskan Wimboh tetap terjaga di pasar modal. Hingga 8 juni 2021, terdapat Rp56,5 triliun dari 59 penawaran umum dengan 17 di antaranya adalah emiten baru.

"Sedangkan in the pipeline penawaran umum tercatat 80 penawaran umum dengan nilai Rp78,22 triliun. Jadi ini potensi yang cukup besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di antaranya melalui pasar modal," tuturnya. 

 

2 dari 3 halaman

Kuartal I 2021, BEI Sebut Pertumbuhan Investor 27 Persen

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, hingga saat ini pertumbuhan investor sudah mencapai 27 persen, dibandingkan angka pada akhir tahun lalu.

Adapun 2021, BEI menargetkan pertumbuhan investor sebesar 10 persen tiap bulan. Artinya, untuk kuartal pertama, secara akumulatif BEI menargetkan kenaikan investasi sebesar 30 persen.

"Sampai dengan hari kemarin kita mencatat pertumbuhannya sudah 27 persen dibanding angta di akhir tahun yang lalu. Jadi mudah-mudahan angka pertumbuhan 10 persen tiap bulannya tetap bisa kita catatkan,” kata Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi dalam siaran bertajuk Incar Cuan Investasi Saham, Pahami Risikonya, Selasa, 23 Maret 2021.

Sejalan dengan tren peningkatan investor baru-baru ini, BEI bahkan sempat mengajukan revisi target pertumbuhan investor secara tahunan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari semula 25 persen, menjadi 30 persen.

"Tapi nampaknya ini juga akan tetap kita cermati dan antau terus perkembangan terakhirnya,” kata Hasan.

Untuk diketahui, sepanjang 2020, jumlah investor di Pasar Modal Indonesia yang terdiri atas investor saham, obligasi, maupun reksa dana, meningkat sebesar 56 persen mencapai 3,87 juta Single Investor Identification (SID) sampai dengan 29 Desember 2020.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini