Sukses

Minat Investor terhadap Saham Keamanan Siber Meningkat

Liputan6.com, Jakarta - Rangkaian serangan siber baru-baru ini menyoroti kerentanan keamanan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Hal itu meningkatkan kesadaran akan keamanan siber yang melindungi jaringan pribadi, swasta, dan pemerintah. 

Sejalan dengan itu, saham Cyber Security ETF (HACK) dilaporkan naik lebih dari 30 persen pada tahun lalu. Kejahatan dunia maya adalah bisnis besar. Pencurian informasi pemerintah, kekayaan intelektual, informasi pribadi, gangguan infrastruktur, dan lainnya mendesak tindakan untuk memperkuat keamanan digital publik dan swasta saat ini. 

Dilansir dari CNBC, Sabtu (12/6/2021), CyberSecurity Ventures memperkirakan kejahatan dunia maya secara global dapat menelan biaya USD 10,5 triliun pada 2025. Amerika Serikat adalah target besar bagi peretas.

"Kami kehilangan antara USD 225- USD 600 miliar per tahun dalam kekayaan intelektual hanya dari China," ujar Michael Orlando National, Pejabat Direktur Pusat Kontra Intelijen & Keamanan Nasional.

CEO Gilman Hill Asset Management, Jenny Harrington mengatakan, untuk investor yang tertarik berinvestasi dalam keamanan siber, Palo Alto adalah pilihan ideal. Menurut dia, ini adalah area yang skala diperhitungkan dan Palo Alto adalah pemimpin industri yang dengan cepat berkonsolidasi di pasar yang terfragmentasi. 

“Untuk pecinta ETF selalu ada (HACK), tetapi secara pribadi saya lebih suka memfokuskan investasi saya di perusahaan yang kami yakini berada di puncak keamanan siber dan menawarkan profitabilitas yang signifikan," ia menambahkan.

Jason Snipe, kepala investasi di Odyssey Capital Advisors setuju dengan Jenny Harrington. “Peretasan baru-baru ini mengkhawatirkan, tetapi sayangnya kita akan melihat lebih banyak hal yang sama di masa depan. Palo Alto adalah salah satu pemain lama di industri ini dan saya yakin akan memainkan peran yang berarti dalam perjuangan ini ke depan,” kata dia.

2 dari 3 halaman

Keamanan di Dunia Maya

Lalu Crowdstrike yang merupakan perusahaan teknologi keamanan siber lain yang menawarkan solusi di bidang TI dan keamanan cloud. Saham Crowdstrike telah meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun lalu.

“Saya investor jangka panjang di Crowdstrike,” kata Josh Brown, CEO Ritholtz Wealth Management. 

“Saya pikir keamanan dunia maya akan menjadi salah satu masalah terbesar yang dihadapi dunia di samping perubahan iklim dan Crowdstrike memiliki peluang untuk menjadi nama utama di luar angkasa,” imbuhnya.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan memperkuat pertahanan keamanan siber AS. Bagian dari perintah tersebut mengharuskan Pemerintah Federal untuk bermitra dengan sektor swasta untuk mendorong dunia maya yang lebih aman.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini