Top 3: Emiten Ini Masuki Periode Cum Dividen pada 7 Juni 2021

Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Senin, 7 Juni 2021.

Diperbarui 07 Juni 2021, 09:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah emiten akan memasuki periode cum dividen pada pekan kedua Juni 2021. Dari sejumlah emiten termasuk PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Cum dividen merupakan tanggal terakhir bagi investor yang ingin membeli saham tertentu dan berhak mendapatkan dividen perusahaan yang telah dirilis.

Sedangkan ex date atau tanggal ex dividen adalah hari pertama saat pemegang saham tidak berhak lagi mendapatkan dividen dari suatu perusahaan.

Artikel siap-siap, emiten ini masuki periode cum dividen pada 7 Juni 2021 menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut sejumlah artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Senin, (7/6/2021):

1.Siap-Siap, Emiten Ini Masuki Periode Cum Dividen pada 7 Juni 2021

Sejumlah emiten akan memasuki periode cum dividen pada pekan kedua Juni 2021. Dari sejumlah emiten termasuk PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Cum dividen merupakan tanggal terakhir bagi investor yang ingin membeli saham tertentu dan berhak mendapatkan dividen perusahaan yang telah dirilis.

Sedangkan ex date atau tanggal ex dividen adalah hari pertama saat pemegang saham tidak berhak lagi mendapatkan dividen dari suatu perusahaan.

Berita selengkapnya baca di sini

2.Waskita Karya Gandeng BUMN Konstruksi China Kembangkan Proyek Tol hingga Pelabuhan

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) teken master agreement dengan BUMN konstruksi China Communications Construction Company Co Ltd (International) atau CCCC.

Waskita Karya dan CCC teken perjanjian untuk membentuk aliansi strategis pembangunan infrastruktur transportasi dan industri lainnya di Indonesia.

Dengan kesepakatan ini, Waskita Karya dan CCCC berkomitmen menciptakan sinergi dengan prinsip saling menguntungkan, efisien, efektif dan professional.

Kerja sama antara kedua perusahaan mencakup pengembangan infrastruktur transportasi dan industri lainnya seperti proyek Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, Tol Ciawi-Sukabumi, pipa distribusi BBM Cikampek-Plumpang, dan revetment Pelabuhan Benoa Bali.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Peter Gontha Beberkan Chairul Tanjung Rugi Rp 11 Triliun di Garuda Indonesia

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) kini menjadi perhatian lantaran kinerja keuangan yang tertekan. Kali ini Komisaris PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Peter F.Gontha menyebutkan kerugian  yang dialami salah satu pemegang saham minoritas yaitu Chairul Tanjung (CT) di Garuda Indonesia.

Melalui akun Instagram @petergontha, Peter F. Gontha menyampaikan surat terbuka merespons  pernyataan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.

"Kepada mas Arya Sinulingga, Mhon maaf saya kasih penjelasan dikit yah melalui surat terbuka,” tulis dia.

Ia mengatakan, pihaknya mewakili pemegang saham minoritas yaitu Chairul Tanjung.

Berdasarkan data RTI per 31 Mei 2021, Chairul Tanjung melalui PT Trans Airways mengenggam 28,27 persen saham Garuda Indonesia atau setara 7,31 miliar saham. Selain PT Trans Airways, pemerintah mengenggam 60,54 persen saham GIAA dan masyarakat dengan kepemilikan di bawah lima persen sebesar 11,19 persen.

"Memang saya mewakili orang yang memegang saham minoritas, artinya dikitlah cuman 28 persen, yaitu Chairul Tanjung (CT). Tapi si minoritas yang sudah rugi Rp 11 triliun,” tulis dia.

Berita selengkapnya baca di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini