Sukses

Biayai Investasi, TOBA Incar Dana Segar Melalui Rights Issue

Liputan6.com, Jakarta PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) akan menggelar dua aksi korporasi yaitu menambah modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dan tanpa HMETD dalam bentuk pemberian hak opsi untuk membeli saham baru kepada manajemen dan karyawan perseroan dalam rangka program management and employee stock option plan (program MESOP).

PT TBS Energi Utama Tbk akan menerbitkan saham baru dengan sebanyak-banyaknya 1,88 miliar saham dengan nilai nominal Rp 50. Saham yang akan ditawarkan kepada para pemegang saham dalam rangka penawaran umum terbatas seluruhnya adalah saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan.

Perseroan menggelar rights issue untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung perkembangan serta ekspansi usaha perseroan. Demikian mengutip dari keterbukaan informasi perseroan di media massa, Senin (10/5/2021).

Rencana penambahan modal dengan HMETD dilakukan sebelum perseroan memberikan hak opsi untuk membeli saham baru kepada manajemen dan karyawan perseroan, penambahan modal dengan HMETD akan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak-banyaknya 23,3 persen.

Sedangkan bila penambahan modal dengan HMETD dilakukan setelah perseroan menambah modal tanpa memberikan HMETD atau memberikan hak opsi untuk membeli saham baru kepada manajemen dan karyawan perseroan, modal perseroan akan meningkat sebanyak-banyaknya 25,3 persen.

Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD-nya akan terkena dilusi kepemilikan saham sebanyak-banyaknya 20,2 persen dari persentasi kepemilikan saham perseroan untuk penambahan modal dengan HMETD dan MESOP. Dana hasil rights issue ini untuk memperkuat struktur modal dan membiayai investasi dan kegiatan perseroan secara umum.

Selain itu, perseroan juga akan melaksanakan program MESOP yang dilakukan dengan cara menambah modal tanpa memberikan HMETD. Program MESOP ini dilakukan untuk memberikan motivasi dan penghargaan serta meningkatkan loyalitas manajemen dan karyawan perseroan.

Jumlah saham yang direncanakan untuk dikeluarkan melalui penambahan modal tanpa HMETD untuk program MESOP sebanyak-banyaknya 160.999.280 lembar saham dengan nilai nominal Rp 50. Jumlah saham yang diterbitkan itu dua persen dari modal ditempatkan dan disetor penih dalam perseroan.

Untuk melaksanakan aksi korporasi ini, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Juni 2021.

 

2 dari 3 halaman

Gerak Saham TOBA

Pada perdagangan saham Senin, 10 Mei 2021 pukul 13.59 WIB, saham TOBA stagnan di posisi Rp 500 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 11 kali dengan nilai transaksi Rp 3,7 juta.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini