Sukses

Program Vaksinasi COVID-19 Warnai Pasar Modal

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 26-30 April 2021. IHSG turun 0,35 persen ke posisi 5.995,61.

Berdasarkan catatan Ashmore Asset Management Indonesia, investor asing melakukan aksi jual di bursa saham mencapai USD 40 juta atau sekitar Rp 577,82 miliar (asumsi kurs Rp 14.445 per dolar AS) pada pekan lalu. Pada pekan lalu sejumlah data ekonomi bayangi bursa saham Amerika Serikat (AS) dan global.

Dari AS, pesanan baru untuk memproduksi barang tahan lama naik tipis 0,5 persen secara month over month (MoM) pada Maret 2021. Angka ini jauh di bawah perkiraan pasar sebesar 2,5 persen karena ada kekurangan pasokan sehingga mendorong produksi.

Di sisi lain, sikap bank sentral AS atau the Federal Reserve tidak berubah. The Federal Reserve tetap pertahankan suku bunga 0-0,25 persen. The Federal Reserve juga akan tetap pertahankan pembelian obligasi USD 120 miliar setiap bulan meski diakui ada peningkatan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Bank sentral AS menyatakan indikator kegiatan ekonomi dan data tenaga kerja telah menguat di tengah kemajuan program vaksinasi COVID-19 tetapi masih ada risiko.

Dari Asia, China melaporkan data manufaktur Caixin naik ke level tertinggi dalam empat bulan di posisi 51,9 pada April 2021 dibandingkan bulan sebelumnya 50,6. Pesanan baru dan hasil output meningkat sejak Desember. Sementara itu, penjualan ekspor tumbuh selama dua bulan berturut-turut.

Di Jepang, Bank Sentral Jepang mempertahankan suku bunga -0,1 persen. Bank sentral Jepang juga mempertahankan target untuk imbal hasil obligasi Pemerintah Jepang bertenor 10 tahun pada kisaran 0 persen.

2 dari 3 halaman

Program Vaksinasi COVID-19

Ashmore Asset Management Indonesia menyoroti mengenai program vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Apakah Indonesia dapat mencapai herd immunity setelah libur Lebaran?

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan, herd immunity diharapkan dapat tercapai pada kuartal I 2022. Hal itu disampaikan saat pertemuan dengan pelaku pasar modal.

Banyak yang bertanya-tanya dengan tingkat vaksinasi COVID-19 saat ini 270 per hari karena keterlambatan  kedatangan vaksin AstraZeneca dan tingkat vaksinasi COVID-19 lebih rendah pada Maret 2021.

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pasokan vaksin saat ini dapat bertahan sampai 21 Mei 2021. Namun, Indonesia siap menerima pasokan baru pada Mei 2021 antara lain 7,6 juta dari AstraZeneca dan 10-15 juta dari Sinovac.

"Dengan asumsi ini datang lancar, tingkat vaksinasi Indonesia dapat naik hingga 700 ribu per hari. Pada tingkat ini, fase pertama untuk orang tua atau lansia dan petugas garis terdepan dapat selesai 21 Juni,” demikian mengutip laporan Ashmore.

Setelah ada kabar distribusi vaksin AstraZeneca secara global, Pfizer juga akan mulai ekspor kelebihan vaksinnya secara global dimulai dengan Meksiko.

"Ini bisa menawarkan kenyamanan dan sentimen positif untuk pasar,” demikian mengutip laporan Ashmore.

Pesanan Pfizer Indonesia diterima pada Juli 2021, dan dihitung hanya 10 persen dari total pesanan vaksin.

Sementara itu, pemerintah Indonesia masih mempertahankan batasan tentang mobilitas untuk liburan Lebaran. Hal ini mengantisipasi kejadian di India. Kasus COVID-19 di Indonesia telah turun dari puncak pada Januari 2021.

Ashmore melihat dengan sistem perawatan kesehatan yang cukup besar, kasus yang menurun dan mobilitas yang lebih ketat, serta peningkatan tingkat vaksinasi COVID-19 diharapkan pada Mei-Juni 2021, kemungkinan pembatasan sosial berskala besar atau lockdown relatif lebih rendah.

"Dalam pandangan kami, peluang untuk memasuki pasar di tengah sentimen global dan lockdown di negara lain.”

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini