Sukses

Saham Raksasa Teknologi Jepang Rakuten Melonjak 20 Persen, Ini Penyebabnya

Liputan6.com, Jakarta - Saham raksasa teknologi Jepang Rakuten melonjak 20 persen pada perdagangan saham Senin (15/3/2021). Saham Rakuten memperpanjang penguatan setelah perseroan mengumumkan akan mengumpulkan dana USD 2,2 miliar atau sekitar Rp 31,71 triliun (asumsi kurs Rp 14.415 per dolar AS) untuk bersaing dengan kompetitor di Amerika Serikat.

Rakuten akan menjual 8,3 persen sahamnya kepada raksasa perbankan Japan Post yang akan menjadi pemegang saham terbesar di luar keluarga pendiri Mikitani. Perusahaan internet China Tencent akan membeli 3,6 persen, dan perusahaan ritel AS Walmart akan membeli 0,9 per saham.

Rakuten memiliki lebih dari 70 bisnis mulai dari e-commerce, jaringan seluler, streaming video, dan teknologi keuangan. Kapitalisasi pasar saham Rakuten mencapai 1,79 triliun yen atau setara USD 16,4 miliar.

Pendiri Rakuten, Hiroshi Mikitani menuturkan, pihaknya tumbuh cepat pada 2021 sehingga membutuhkan lebih banyak modal untuk pertumbuhan tersebut.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 4 halaman

Kolaborasi Rakuten dengan 3 Raksasa

Ia menuturkan, Rakuten dan Japan Post bersama-sama mengembangkan kemampuan kecerdasan buatan untuk membuat pengiriman terutama di daerah pedesaan sehingga lebih efisien. Mikitani menuturkan,  dua perusahaan juga berkolaborasi di financial technology atau fintech.

Sementara itu, kerja sama dengan Tencent menandai upaya Rakuten menembus pasar China. Mikitani menuturkan, perseroan memiliki kemitraan yang gagal dengan raksasa China Baidu pada masa lalu.

“Saya harus sangat jujur dan China telah menjadi pasar yang sangat sulit bagi kami untuk ditembus,” kata dia.

Ia menambahkan, kemitraan dengan Tencent akan membuat perseroan memiliki saluran untuk ekspor produk Jepang ke China. “Serta ekspor konten Jepang ke pasar China juga,” tutur dia.

Pendapatan Rakuten pada 2020 mencapai 1,46 triliun yen atau USD 13,35 miliar. Pendapatan ini meningkat 15,2 persen dari 20219. Namun, perseroan mencatat rugi operasi 93,85 miliar yen pada 2020 dan membalik laba operasi 72,75 miliar yen.

3 dari 4 halaman

Rakuten Terbitkan Saham Baru, 3 Raksasa Bakal Beli

Sebelumnya perusahaan raksasa teknologi Rakuten akan himpun dana USD 2,2 miliar untuk bersaing dengan AS. Perseroan akan terbitkan saham sebanyak 211.656.500 atau senilai 1.145 yen per saham (USD 10,5).

Layanan pos nasional Jepang Japan post akan membeli 131.004.000 saham atau sekitar 8,3 persen saham, perusahaan internet China Tencent akan membeli 57.382.900 saham atau 3,6 persen saham, sedangkan Walmart akan serap 14.536.000 atau 0,9 persen saham.

Pembayaran saham itu dilakukan pada 29 Maret dan 30 April. Pendiri Rakuten Hiroshi Mikitani menuturkan, investasi baru di Rakuten ini menunjukkan harapan tinggi untuk pertumbuhan dan dampak ekosistem Rakuten dengan layanan seluler sebagai intinya. Selain itu perseroan melihat potensi besar untuk berkolaborasi dengan perusahaan terkemuka.

Rakuten memiliki lebih dari 70 bisnis dan 1,4 miliar anggota di seluruh dunia. Rakuten Ichiba adalah salah satu situs e-niaga terbesar di Jepang, tetapi nilai pasar Rakuten mencapai USD 16,5 miliar. Sementara Amazon bernilai lebih dari USD 1,5 triliun.

4 dari 4 halaman

Kerja Sama Rakuten

Rakuten juga terkenal dengan layanan streaming videonya Rakuten TV. Selama beberapa tahun terakhir, Rakuten telah akuisisi sejumlah perusahaan termasuk aplikasi pesan Viber dan e-book Kobo.

Rakuten dilaporkan hadapi kekuatan teknologi yang kuat dipimpin oleh Google, Amazon, Facebook dan Apple. Rakuten dan Japan Post berencana untuk bermitra dalam bisnis logistik, seluler dan pembayaran. Sementara itu, ada juga bermitra dengan Tentent.

“Potensi baru untuk bermitra dengan Tencent membuka peluang portofolio yang luas, mulai dari hiburan digital, termasuk game online, hingga e-commerce,” kata Mikitani dalam sebuah pernyataan.

“Kami juga senang memiliki komitmen keuangan Walmart karena mereka terus berinvestasi di masa depan ritel,ujar dia.