Sukses

Saham AKRA Naik 9,41 Persen Saat IHSG Turun Terbatas, Kenapa?

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melambung pada perdagangan saham Senin (8/3/2021). Bahkan investor asing memborong saham AKRA pada awal pekan ini.

Mengutip data RTI, saham AKRA melonjak 9,41 persen ke posisi Rp 3.720 per saham. Saham AKRA dibuka naik 70 poin ke posisi Rp 3.740 per saham. Saham AKRA sempat berada di level tertinggi Rp 3.740 dan terendah Rp 3.450 per saham.

Total frekuensi perdagangan saham 14.118 kali dengan nilai transaksi Rp 225, 5 miliar. Investor asing beli saham AKRA sebanyak Rp 30,7 miliar pada Senin, 8 Maret 2021.

Penguatan saham AKRA terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah terbatas. IHSG turun 0,16 persen ke posisi 6.248,46. Sebanyak 255 saham melemah sehingga menekan IHSG. 220 saham menguat dan 159 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.299.418 kali dengan nilai transaksi Rp 10,9 triliun. Investor asing lepas saham Rp 344,25 miliar.

Analis PT Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas menuturkan,  saham AKRA menguat didorong anak perusahaan PT BKMS yang mengembangkan kawasan terintegrasi di proyek JIIPE tela teken perjanjian jual beli (AJB) untuk lahan seluas sekitar 14 hektar.

"Dari pihak AKRA menyatakan pendapatan ini diharapkan dapat tercatat di laporan keuangan kuartal I 2021. (Jadi sentimen-red) untuk AKRA hari ini,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat.

Sukarno menambahkan, saham AKRA berpotensi lanjutkan penguatan karena secara teknikal baru breakout level resistance.

"Kalau AKRA sudah bisa di trading buy. Sudah sinyal buy kuat karena baru saja breakout resistance,” tutur Sukarno.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 3 halaman

Penutupan IHSG pada 8 Maret 2021

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah hingga bertahan di zona merah pada perdagangan saham Senin, (8/3/2021). Akan tetapi, pelemahan IHSG terbatas.

Mengutip data RTI, pada penutupan perdagangan saham, IHSG turun tipis 0,16 persen ke posisi 6.248,46. Indeks saham LQ45 melemah 0,12 persen ke posisi 940,23. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.325,51 dan terendah 6.239,05. Sebanyak 220 saham menguat sehingga menahan pelemahan IHSG. 255 saham melemah dan 159 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.299.418 kali dengan volume perdagangan 25,8 miliar saham.

Nilai transaksi harian saham Rp 10,9 triliun. Investor asing jual saham Rp 344,25 miliar di pasar regular. Posisi dollar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.338.

Sebagian besar sektor saham menghijau yang dipimpin sektor saham pertanian naik 2,11 persen. Diikuti sektor saham infrastruktur menanjak 0,73 persen dan sektor saham perdagangan menguat 0,68 persen.

Sektor saham tambang turun 2,7 persen, dan memimpin penurunan. Diikuti sektor saham barang konsumsi tergelincir 0,52 persen dan sektor saham keuangan turun 0,43 persen.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini