Sukses

IHSG Melemah Tipis, Investor Asing Jual Saham BBCA hingga INCO

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah hingga bertahan di zona merah pada perdagangan saham Senin, (8/3/2021). Akan tetapi, pelemahan IHSG terbatas.

Mengutip data RTI, pada penutupan perdagangan saham, IHSG turun tipis 0,16 persen ke posisi 6.248,46. Indeks saham LQ45 melemah 0,12 persen ke posisi 940,23. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.325,51 dan terendah 6.239,05. Sebanyak 220 saham menguat sehingga menahan pelemahan IHSG. 255 saham melemah dan 159 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.299.418 kali dengan volume perdagangan 25,8 miliar saham.

Nilai transaksi harian saham Rp 10,9 triliun. Investor asing jual saham Rp 344,25 miliar di pasar regular. Posisi dollar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.338.

Sebagian besar sektor saham menghijau yang dipimpin sektor saham pertanian naik 2,11 persen. Diikuti sektor saham infrastruktur menanjak 0,73 persen dan sektor saham perdagangan menguat 0,68 persen.

Sektor saham tambang turun 2,7 persen, dan memimpin penurunan. Diikuti sektor saham barang konsumsi tergelincir 0,52 persen dan sektor saham keuangan turun 0,43 persen.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 4 halaman

Gerak Saham hingga Aksi Investor Asing

Saham-saham yang catat top gainers antara lain saham VRNA naik 35 persen, saham UNIQ melonjak 34,75 persen, saham ESIP menanjak 34,62 persen, saham AHAP menguat 34,43 persen, dan saham INDX melompat 34,29 persen.

Saham-saham yang melemah atau top losers atau turun tajam antara lain saham PLAN turun 9,52 persen, saham CASH merosot 7,89 persen, saham PNBS tergelincir 7 persen, saham BCAP susut  6,99 persen dan saham DWGL melemah 6,99 persen.

Pada awal pekan ini, saham-saham yang diborong investor asing antara lain saham UNTR sebanyak Ro 110,4 miliar, saham BBRI sebanyak Rp 57,1 miliar, saham AKRA sebanyak Rp 30,7 miliar, saham TBIG sebanyak Rp 14,1 miliar, dan saham HEAL sebanyak Rp 9,4 miliar.

Lalu saham-saham yang dijual investor asing antara lain saham BBCA sebanyak Rp 271,6 miliar, saham INCO sebanyak Rp 63,4 miliar, saham ASII sebanyak Rp 46,4 miliar, saham BMRI sebanyak Rp 43,5 miliar, dan saham CPIN sebanyak Rp 30,3 miliar.

3 dari 4 halaman

Bursa Saham Asia

Bursa saham Asia beragam. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 1,34 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi susut 0,16 persen, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 0,25 persen dan indeks saham Shanghai melemah 1,01 persen.

Selain itu, indeks saham Thailand menguat 0,85 persen, indeks saham Singapura menanjak 1,78 persen dan indeks saham Taiwan bertambah 0,31 persen.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini