Sukses

Saham Emiten Konstruksi Ambles, Ini Kata Analis

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah saham emiten farmasi dan konstruksi berada di zona merah hingga masuk jajaran top losers atau alami penurunan tajam pada Selasa, (26/1/2021). Bahkan sejumlah saham emiten konstruksi masuk auto rejection bawah (ARB).

Mengutip data RTI, saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) turun 6,98 persen ke posisi 1.465 per saham. Lalu saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tergelincir 6,94 persen ke posisi 1.475 per saham, saham PT PP Tbk (PTPP) susut 6,91 persen ke posisi 1.685 per saham.

Kemudian saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) merosot 6,54 persen ke posisi Rp 1.715 per saham.  Saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) susut 6,74 persen ke posisi Rp 360 per saham.

Kepala Riset PT Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi menuturkan, banyak perusahaan konstruksi yang refinancing utang. Hal ini karena keperluan kas lebih besar untuk mempercepat pengerjaan proyek.

"Sedangkan sovereign wealth fund (SWF) yang digadang-gadang akan memperingan beban bunga perusahaan konstruksi masih belum final terbentuk,” ujar Lanjar saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, investor menilai saat ini harga saham konstruksi sudah overvalue. Oleh karena itu, pelaku pasar merealisasikan keuntungan dalam jangka pendek.

Mengutip berbagai sumber, auto rejection merupakan mekanisme perdagangan saham. Mekanisme perdagangan ini untuk melindungi investor dan memastikan perdagangan saham berjalan dalam kondisi wajar. Adapun auto rejection merupakan pembatasan minimum dan maksimum suatu kenaikan dan penurunan harga saham dalam jangka waktu satu hari perdagangan di bursa.

Sistem bursa akan menolak order jual dan beli yang masuk secara otomatis jika harga saham telah menembus batas atas dan bawah yang telah ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia.

 

2 dari 3 halaman

Saham Emiten Konstruksi

Tak hanya saham emiten konstruksi, saham emiten farmasih juga tertekan. Saham PT Itama Ranoraya melemah 6,67 persen ke posisi  2.240 per saham.

Saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) merosot 6,97 persen ke posisi Rp 2.670 per saham,. Lalu saham PT Indofarma Tbk (INAF) melemah 6,77 persen ke posisi 3.720 per saham. Saham PT Enseval Putra Megatrading Tbk (EPMT) tergelincir 6,48 persen ke posisi Rp 2.310 per saham.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini