Sukses

Tak Mampu Bangkit, IHSG Ditutup Melemah ke 5.810,48

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan saham akhir pekan ini. Sebanyak 265 saham melemah sehingga membawa bursa saham Indonesia ke zona merah.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (4/12/2020), IHSG ditutup turun 12,45 poin atau 0,21 persen ke posisi 5.810,48. Sementara, indeks saham LQ45 melemah 0,53 persen ke posisi 916,24.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.823,32 dan terendah 5.775,57.

Pada sesi penutupan pedagangan, 190 saham perkasa tetapi tak mampu membawa IHSG ke zona hijau. Sementara itu, sebanyak 265 saham melemah sehingga menekan IHSG. Di luar itu, 162 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham sangat ramai. Total frekuensi perdagangan saham 1.038.269 kali dengan volume perdagangan 19,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 13,1 triliun.

Investor asing jual saham Rp 206,6 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.162.

Dari 10 sektor saham pembentuk IHSG, sektor yang melemah dipimpin oleh perkebunan yang anjlok 2,4 persen. Kemudian diikuti sektor konstruksi yang melemah 1,15 persen dan sektor infrastruktur turun 0,54 persen.

Sedangkan sektor yang menguat dipimpin oleh aneka industri yang naik 0,91 persen, disusul sektor pertambangan menguat 0,6 persen, dan sektor perdagangan naik 0,28 persen.

Saham yang menguat antara lain POLA yang naik 34,67 persen ke Rp 101 per lembar saham. Kemudian SMMT yang naik 34,44 persen ke Rp 121 per lembar saham dan ICON yang naik 33,33 persen ke Rp 72 per lembar saham.

Saham yang melemah sehingga menekan IHSG antara lain KOTA yang melemah 6,99 persen ke Rp 173 per lembar saham. Kemudian BOLT turun 6,96 persen ke Rp 735 per lembar saham dan RELI turun 6,91 persen ke Rp 404 per lembar saham.

2 dari 3 halaman

Pembukaan Hari Ini

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada pembukaan perdagangan Jumat pekan ini. Seluruh sektor saham berada di zona hijau.

Pada pra-pembukaan perdagangan Jumat (4/12/2020), IHSG turun tipis 2,1 poin atau 0,04 persen ke level 5.820,82. Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih melemah 21,67 poin atau 0,37 persen ke 5.801,26.

Indeks saham LQ45 juga melemah 0,10 persen ke posisi 920,29. Sebagian besar indeks acuan bergerak di zona merah.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.823,32. Sedangkan terendah 5.796,81.

Sebanyak 133 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Kemudian 67 saham melemah dan 184 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham cukup ramai yaitu 34.742 kali dengan volume perdagangan 764,4 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 444,8 miliar.

Tercatat, investor asing jual saham di pasar regular mencapai Rp 17,72 miliar. Sedangkan nilai tukar rupiah berada di 14.166 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, sektor saham yang menguat diantaranya pertambangan yang naik 1,07 persen, sektor barang konsumsi yang menguat 0,12 persen dan sektor perdagangan menguat 0,09 persen.

Sementara sektor saham yang melemah dan mendorong IHSG ke zona merah yaitu sektor perkebunan turun 2,01 persen, sektor keuangan turun 0,97 persen, dan sektor infrastruktur melemah 0,50 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain POLA naik 34,67 persen ke Rp 101 per lembar saham. Kemudian FIRE naik 14,63 persen ke Rp 940 per saham dan FITT naik 20,69 persen ke Rp 70 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah dan mendorong IHSG ke zona merah antara lain CSMI turun 6,67 persen ke Rp 490 per lembar saham, BIKA yang turun 6,44 persen ke Rp 189 per lembar saham dan DFAM turun 5,83 persen ke Rp 226 per saham.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: