Sukses

Wall Street Tumbang Tertekan Saham Semikonduktor

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) jatuh untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Kamis (Jumat pagi WIB), tetapi indeks tetap berakhir lebih baik dari posisi terendah sesi dengan dukungan dari data ekonomi AS dan pendapatan emiten, termasuk Accenture.

Dilansir dari Reuters, Jumat (27/3/2015), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 40,31 poin atau 0,23 persen menjadi 17.678,23, indeks S&P 500 kehilangan 4,9 poin atau 0,24 persen menjadi 2.056,15 dan Nasdaq Composite turun 13,16 poin atau 0,27 persen menjadi 4.863,36.

Saham energi pada indeks S&P 500 berakhir turun 0,2 persen meskipun reli harga minyak mentah menyusul serangan udara Arab Saudi di Yaman.

Sementara saham semikonduktor kini tengah di bawah tekanan, setelah SanDisk (SNDK.O) memangkas prospek pendapatannya. Sahamnya jatuh 18,4 persen menjadi US$ 66,2 dan indeks saham pembuat chip SOX turun 1,4 persen. Indeks jatuh sebanyak 3,5 persen sebelumnya.

Accenture mencetak kenaikan pendapatan bersih 5 persen, ditopang oleh pertumbuhan bisnis outsourcing. Saham Accenture naik 6,8 persen menjadi US$ 94,17.

Red Hat menguat 10,1 persen menjadi US$ 75,36 setelah memprediksi laba untuk kuartal pertama yang cocok perkiraan analis meskipun peringatan tentang dolar yang kuat menggerus pendapatan.

"Laba terutama dari perusahaan yang berbasis di AS terus menjadi sangat kuat," kata Kepala investasi di Kayne Anderson Rudnick, Doug Foreman.

Saham Winnebago Industries jatuh setelah melaporkan laba kuartalan lebih rendah dari perkiraan sebagai beban meningkat. Saham jatuh 14,3 persen menjadi US$ 20,39.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun lebih dari yang diperkirakan pada pekan lalu. Sementara aktivitas di sektor jasa mencapai tertinggi enam bulan Maret, menggarisbawahi fundamental yang solid perekonomian. (Ndw)