IHSG Kembali Cetak Rekor Tertinggi di Level 5.374,41

Investor asing melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 1,2 triliun. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 1,3 triliun.

Diterbitkan 13 Februari 2015, 16:19 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus bergerak di zona hijau sepanjang perdagangan hari dan berhasil mencetak rekor tertinggi. Penguatan indeks saham ditopang dari aksi beli investor asing.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (13/2/2015), IHSG menguat 30,75 poin (0,58 persen) ke level 5.374,41. Indeks pada penutupan hari ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Indeks saham LQ45 juga menguat hampir mendekati 1 persen sehingga menetap di 937,82. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau pada hari ini. Hanya Indeks DBX yang melemah sebesar 0,43 persen.

Ada sebanyak 138 saham yang menghijau sehingga membantu IHSG menguat. Namun, saham yang melemah juga cukup banyak yaitu mencapai 142 sehingga menahan IHSG mencetak rekor kembali. Sementara itu, 102 saham lainnya diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 185.583 kali dengan volume perdagangan saham 4,99 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 6,28 triliun.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham perkebunan yang turun 1,12 persen.

Sektor saham infrastruktur mengalami penguatan tertinggi yaitu sebesar 1,37 persen, disusul sektor saham keuangan yang naik 0,54 persen, dan sektor saham perdagangan yang menanjak 0,53 persen.

Berdasarkan data RTI, investor asing melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 1,2 triliun. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 1,3 triliun.

Saham-saham yang menguat dan sebagai penggerak indeks saham hari ini antara lain saham PSKT naik 19,72 persen ke level Rp 850 per saham, saham LMSH mendaki 17,32 persen ke level Rp 6.775 per saham, dan saham OCAP menguat 15 persen ke level Rp 575 per saham.

Saham-saham yang menekan indeks saham antara lain saham IIKP tergelincir 24,95 persen ke level Rp 1.835 per saham, saham PNSE turun 24,19 persen ke level Rp 470 per saham, dan saham ARTA merosot 20,67 persen ke level Rp 238 per saham.

Chief executive officer One Asset Management Co, Win Udomrachtavanich menjelaskan, pada perdagangan hari ini Indeks MSCI Emerging Markets ini mengalami penguatan.

Indeks acuan di 10 negara berkembang yang diantaranya adalah China, India, Indonesia dan Korea menguat karena investor melihat ada titik terang penyelesaian krisis di Yunani.

"Kekhawatiran terbesar bagi investor adalah masalah utang Yunani. Dengan adanya sinyal positif dari hasil pertemuan antara Yunani dan Eropa memberikan dampak kepada pasar saham," jelasnya seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (13/2/2015).

Selain itu, Win melanjutkan, penyelesaian masalah konflik di Ukraina juga membuat pelaku pasar melihat bahwa berbagai permasalahan yang selama ini membebani pasar modal di seluruh dunia mulai terurai satu persatu.

Dalam pakta kesepakatan yang dilakukan Kamis kemarin, Ukraina menyetujui untuk melakukan gencatan senjata, setelah  International Monetary Fund menyetujui untuk menyiramkan dana talangan tambahan untuk negara tersebut. IMF sepakat untuk memberikan suntikan dana kepada Ukraina sebesar US$ 40 miliar. (Gdn)

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • Penutupan IHSG