Ratusan Ribu KTP Elektronik dan Kartu Identitas Anak Dibakar

Pemusnahan dilakukan secara berkala.

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 17:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - 180 ribu lebih KTP elektronik dan 21 ribu Kartu Identitas Anak (KIA) dimusnahkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatam Sipil Kota Tangerang. Pemusnahan tersebut dilakukan dengan cara dibakar agar tak disalahgunakan.

Kepala Disdukcapil Kota Tangerang Rizal Ridolloh menyampaikan, langkah pemusnahan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 470.13/11176/SJ tentang Penatausahaan KTP-el Rusak atau Invalid pada 13 Desember 2018 serta Nomor 471.13/24149/Dukcapil pada 17 Desember 2018.

"Pemusnahan dokumen dan perlengkapan administrasi kependudukan yang sudah tidak berlaku atau rusak, ini dilakukan secara berkala guna menjaga ketertiban administrasi serta mencegah penyalahgunaan dokumen kependudukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," ujar Rizal, Rabu (7/10/2026).

Seluruh proses pemusnahan dilakukan secara transparansesuai dengan regulasi yang berlaku. Sehingga pembakaran pun dilakukan dengan diawasi Satpol PP, camat dan Disdukcapil.

Sebab sebelumnya, Disdukcapil berkordinasi dengan 13 Kantor Camat yang ada di Kota Tangerang. Untuk mengumpulkan KTP-el, KIA ataupun blanko yang rusak ataupun yang tidak diambil oleh warga, mulai dari tahun 2025 dan tahun-tahun sebelumnya.

"Kami memastikan setiap keping blangko maupun sisa bahan pencetakan terdata secara akurat dalam berita acara sebelum dimusnahkan dengan cara dibakar. Ini adalah upaya preventif demi memberikan rasa aman dan kenyamanan layanan bagi masyarakat Kota Tangerang," lanjutnya.

Adapun rincian dokumen dan barang yang dimusnahkan mencakup Blangko KTP-el sebanyak 180.306 keping, dikarenakan rusak dan adanya perubahan elemen data. Lalu, Blangko KIA 21.399 keping, karena rusak dan adanya perubahan elemen data. Ribbon KTP-el 281 pcs, karena kondisi bekas dan rusak.

"Lalu Film KTP-el sebanyak 90 pcs, itu kondisi bekas dan rusak dan Ribbon KTP-el sebanyak 177 pcs, dengan kondisi bekas dan rusak," pungkas Rizal.