Ibas Tekankan Pentingnya Pelestarian Bangunan Bersejarah

Ibas menegaskan bahwa pelestarian bangunan bersejarah harus berjalan beriringan dengan pemanfaatan yang tepat.

Diterbitkan 29 September 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua MPR sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mendampingi Ketua MPR Ahmad Muzani meresmikan kembali Wisma MPR RI di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol kembalinya fungsi Wisma MPR setelah menjalani rehabilitasi. Bangunan bersejarah di Kota Bandung tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat kebakaran saat aksi unjuk rasa pada Agustus 2025.

Bagi Ibas, pemulihan Wisma MPR tidak sekadar mengembalikan fungsi bangunan, tetapi juga menjaga nilai sejarah dan semangat yang melekat di dalamnya.

Menurutnya, bangunan tersebut menyimpan bagian dari perjalanan kelembagaan negara dalam mengawal konstitusi dan kedaulatan rakyat.

“Ada sejarah, ada perjuangan, ada pemikiran dari tempat ini yang terus mengawal konstitusi, menjaga kedaulatan rakyat untuk memajukan Indonesia dan menyejahterakan rakyat,” ujar Ibas.

Ia berharap Wisma MPR di Jawa Barat dapat terus dirawat dan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kelembagaan maupun kemasyarakatan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas.

“Semoga Wisma MPR di Jawa Barat ini terus dilestarikan dan digunakan untuk memberikan manfaat demi kemaslahatan bangsa,” lanjutnya.

Ibas menilai pemulihan Wisma MPR menjadi bagian penting dalam memastikan bangunan bersejarah tersebut kembali dapat digunakan secara optimal.

Wisma MPR di Jalan Diponegoro, Bandung, merupakan bangunan cagar budaya yang mengalami kerusakan berat akibat kebakaran saat aksi unjuk rasa pada akhir Agustus 2025. Rehabilitasi dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan mengembalikan bangunan ke bentuk aslinya.

Menurut Ibas, pemulihan tersebut menunjukkan pentingnya menjaga fasilitas kelembagaan yang memiliki nilai historis sekaligus memastikan bangunan dapat kembali menjalankan fungsinya.

“Tempat seperti ini bukan hanya tentang bangunan fisik, tetapi juga tentang sejarah, perjuangan, dan pemikiran yang pernah hadir di dalamnya. Karena itu, menjaga dan memanfaatkannya menjadi bagian dari tanggung jawab kita bersama,” ujar Wakil Ketua MPR tersebut.

Ibas juga menilai keberadaan Wisma MPR di Bandung dapat mendukung berbagai kegiatan kelembagaan, termasuk penyerapan aspirasi masyarakat dan kegiatan kemasyarakatan.

Selain itu, bangunan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan edukasi dan kegiatan kelembagaan lainnya yang membuka ruang interaksi antara lembaga negara dan masyarakat.

Menurutnya, pemanfaatan tersebut penting agar fasilitas negara tidak sekadar menjadi bangunan, tetapi juga dapat menunjang pelaksanaan tugas kelembagaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ibas menegaskan bahwa pelestarian bangunan bersejarah harus berjalan beriringan dengan pemanfaatan yang tepat. Dengan demikian, nilai sejarahnya tetap terjaga, sementara fungsinya terus memberikan manfaat bagi negara dan masyarakat.

Bagi Ibas, sejarah tidak cukup hanya dikenang, tetapi juga perlu dirawat dan diteruskan melalui pemanfaatan yang memberikan manfaat nyata.

“Semoga Wisma MPR ini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah yang kita jaga, tetapi juga terus menjadi tempat yang memberikan manfaat bagi kemaslahatan bangsa dan masyarakat,” pungkasnya.