Liputan6.com, Batam - Penyelundupan narkotika jenis sabu di perairan Kepulauan Riau berhasil dibongkar tim gabungan yang terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dan Polda Kepri. Kapal MV Ocean Porter berbendera Tanzania diamankan usai tepergok membawa 2,6 ton metamfetamin atau sabu cair.
Kapal tersebut dicegat di perairan Karimun pada Senin, 17 Agustus 2026, sekitar pukul 18.30 WIB. Pengungkapan berawal dari pemantauan terhadap pergerakan kapal yang dinilai mencurigakan sejak Desember 2025.
Kapal diketahui beberapa kali berganti nama, yakni Hong Run 2, Race Wind, Rain Maker, hingga MV Ocean Porter. Selain mengganti nama kapal, modus yang digunakan diduga dengan mengecat ulang identitas kapal dan mengurus dokumen secara daring.
Advertisement
Dipantau Sejak Desember 2025 Pada Minggu, 16 Agustus 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, BNN RI dan Bea Cukai kembali memantau pergerakan kapal melalui sistem marine traffic. Keesokan harinya, pukul 05.15 WIB, tim gabungan bergerak dari Jakarta menuju Tanjung Balai Karimun.
Sekitar pukul 14.00 WIB, BNN RI, BNNP Kepri, Polda Kepri, Kanwil Bea Cukai Kepri dan PSO Bea Cukai Tanjung Balai Karimun melakukan konsolidasi untuk operasi intersep. Tiga armada Bea Cukai kemudian dikerahkan menuju sasaran.
Setelah melakukan pemantauan dari perairan Tanjung Parit, tim sekitar pukul 18.30 WIB berhasil menghentikan MV Ocean Porter di perairan Karimun. Kapal kemudian dibawa menuju pangkalan PSO Bea Cukai Tanjung Balai Karimun untuk diperiksa.
Berawal dari Pemeriksaan Kontainer Saat pemeriksaan dokumen, petugas menemukan dugaan manipulasi identitas kapal. Pemeriksaan dilanjutkan terhadap empat kontainer di bagian depan kapal. Dua kontainer ditemukan kosong.
Satu kontainer berisi perkakas, seperti tali, suku cadang dan plastic wrap. Sementara satu kontainer lainnya masih terkunci dan ditemukan bekas pengelasan. Setelah dibuka, petugas menemukan 157 kotak rokok ilegal asal China merek GD, dengan total sekitar 1.570.000 batang.
Petugas kemudian memeriksa 10 awak kapal yang seluruhnya merupakan warga negara asing. Dari keterangan salah seorang kru, tim mendapatkan informasi mengenai lokasi penyimpanan mencurigakan di atas kontainer. Temukan 2,6 Ton Sabu Cair Petugas kemudian memeriksa lokasi tersebut.
Hasilnya, ditemukan delapan drum berkapasitas 200 liter dan satu water tank berkapasitas 1.000 liter berisi cairan mencurigakan. Cairan tersebut diperiksa menggunakan Narcotics Identification Kit dan dinyatakan positif mengandung metamfetamin. Total barang bukti narkotika cair mencapai 2.600 liter atau sekitar 2,6 ton.
Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengatakan pengungkapan ini menunjukkan jaringan narkotika terus mengembangkan modus untuk menghindari deteksi aparat.
"Pengungkapan ini bukanlah sekadar angka statistik, melainkan penyelamatan nyawa manusia dalam skala yang sangat masif," kata Suyudi di Dermaga Bea Cukai, Batam, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, BNN masih mendalami pemilik barang, pengendali jaringan, jalur distribusi dan sumber pendanaan narkotika tersebut.
Di tempat yang sama Dirjen Bea dan Cukai Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama mengatakan, keberhasilan intersep tidak terlepas dari pengawasan dan analisis intelijen terhadap pergerakan kapal.
Pengawasan terhadap kapal dilakukan bersama BNN dan instansi terkait hingga akhirnya kapal berhasil dihentikan di perairan Karimun. Selain narkotika, Bea Cukai mengamankan rokok ilegal sebanyak 1.570.000 batang. Potensi kerugian negara dari rokok ilegal tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 4,46 miliar.
Selamatkan 14,13 Juta Jiwa
Selain barang bukti narkotika dan rokok ilegal, petugas mengamankan 10 awak kapal berinisial AT, ST, YY, KZ, PP, TK, KM, HT, SM dan TH. Berdasarkan keterangan kapten berinisial AT, MV Ocean Porter sebelumnya berada di Pelabuhan Rajang Sibu, Sarawak, Malaysia, untuk menjalani reparasi.
Kapal berangkat pada 30 Juli 2026 dengan tujuan Chittagong, Bangladesh, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Port Kaohsiung, Taiwan. Pada 14 Agustus 2026, kapal juga diketahui melakukan pengisian bahan bakar di perairan Langkawi sebanyak sekitar 40 ton.
"Setelah diamankan, MV Ocean Porter menjalani pemeriksaan menggunakan Back Scatter, K-9 dan peralatan pemeriksaan lainnya, " Kata Djaka Budi Utama rilis kasus.
Nilai ekonomi narkotika yang berhasil digagalkan diperkirakan mencapai sekitar Rp 8,4 triliun. BNN memperkirakan pengungkapan 2,6 ton metamfetamin cair tersebut dapat menyelamatkan sekitar 14,13 juta jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
Seluruh awak kapal, barang bukti dan MV Ocean Porter kini diamankan. Tim gabungan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan dan pengendali utama penyelundupan narkotika tersebut.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330039/original/074729500_1787309718-1001027801.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329565/original/022781600_1787284896-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-21T105934.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180937/original/006715500_1743849574-20250405-Monas-HER_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330040/original/014810600_1787309719-1001027842.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327245/original/063980600_1787067785-1001020798.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330008/original/045377800_1787308681-1001584608.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/553320/original/110707bfoto-asap.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329894/original/058356700_1787301564-1001576951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329789/original/010560500_1787295869-20260820_152112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329785/original/029208700_1787295670-IMG-20260820-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329767/original/052839300_1787294316-Screenshot_2026-08-19-11-10-50-46.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5014412/original/011615400_1732093230-20241120-Anak_Sekolah_Pakistan-AFP_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321823/original/039525400_1786505831-pal3.jpg)