611 Gempa Susulan Guncang NTT

Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 02.00 WIB, tercatat terjadi total 611 gempa susulan usai gempa NTT Magnitudo 7,7.

Diterbitkan 16 Agustus 2026, 07:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gempa susulan masih terus terjadi usai gempa Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT, Sabtu (15/8/2026) kemarin. Data Bada Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap, hingga Minggu (16/8/2026) pukul 02.00 WIB, tercatat terjadi total 611 gempa susulan. Dengan rincian antara lain: magnitudo terbesar M6,2 dan Magnitudo terkecil M1,9. Sementara magnitudo di atas M5 ada sebanyak 16 kali. Gempa susulan yang getarannya dirasakan masyarakat ada 30 kali.

Kepala BMKG Prof Ir Teuku Faisal Fathani mengatakan, aktivitas gempa susulan masih terus dipantau dari jam ke jam. Grafik aktivitasnya juga belum memperlihatkan penurunan.

Dalam keterangannya Fasisal mengungkapkan, aktivitas gempa susulan saat ini masih terkonsentrasi di bagian utara Pulau Flores.

"Utamanya berada di bagian utara dari Pulau Flores," katanya.

Faisal mengatakan, BMKG terus mencermati pola gempa susulan tersebut. Dari grafik yang dipantau, belum terlihat adanya peluruhan aktivitas.

"Dari jam ke jam kita amati hingga saat ini belum mengalami peluruhan," kata Faisal.

Kondisi tersebut bukan berarti gempa susulan akan terus terjadi dengan kekuatan yang sama. Menurut Faisal, secara umum aktivitas gempa susulan membutuhkan waktu untuk berangsur-angsur menurun.

"Umumnya peluruhan akan terjadi 2 sampai 3 minggu, seperti gempa di Maluku Utara yang baru-baru ini terjadi," katanya.

Karena itu, warga diminta tidak lengah. Terutama mereka yang berada di sekitar bangunan yang sudah mengalami kerusakan akibat gempa utama. BMKG justru mengkhawatirkan gempa susulan yang kekuatannya lebih kecil dapat memperparah kondisi bangunan yang sebelumnya sudah rusak.

"Kita khawatirkan dengan gempa yang lebih rendah magnitudonya, ini dapat mengalami kerusakan yang lebih parah," kata Faisal.

40 Meninggal Dunia

Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan dalam keterangannya mengatakan, lebih dari 40 warga meninggal dunia dan ratusan rumah mengalami kerusakan akibat gempa NTT Magnitudo 7,7. 

Berdasarkan data sementara pada Sabtu (15/8), pukul 18.48 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang. Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Mamggarai Barat 1 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang.  Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka. 

Data sementara sore tadi, pukul 17.00 WIB, Sabtu (15/8), total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.  

 

  • liputan6
    Gempa adalah peristiwa bergetar atau bergoncangnya bumi karena pergerakan atau pergeseran lapisan batuan pada kulit bumi secara tiba‐tiba.
    Gempa
  • liputan6
    Beberapa kejadian gempa bumi tercatat di Indonesia pada bulan Mei 2026, termasuk di Muna, Sulawesi Tenggara, dan Gayo Lues, Aceh, dengan magnitudo bervariasi.
    Gempa Bumi Terbaru
  • liputan6
    Informasi gempa bumi terkini di Indonesia mencakup data kejadian, lokasi pusat gempa, penyebab, fenomena gempa susulan, serta peran BMKG dalam pemantauan dan peringatan dini.
    Gempa Terkini Indonesia
  • Gempa NTT
  • Gempa Susulan