Jembatan Warisan Belanda di Sukabumi Akhirnya Berfungsi Lagi

Jembatan peninggalan Belanda di Sukabumi kini kembali berfungsi dan menjadi akses vital bagi ribuan warga.

Diterbitkan 04 Juli 2026, 20:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harapan baru kini mulai tumbuh di atas aliran Sungai Cimandiri, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar). Jembatan Jantake, sebuah infrastruktur peninggalan zaman Belanda yang sekian lama terbengkalai dan mengancam keselamatan warga, akhirnya selesai direvitalisasi.

Sebelumnya, kondisi jembatan penghubung Desa Sasagaran di Kecamatan Kebonpedes dan Desa Buniwangi di Kecamatan Gegerbitung ini memang sangat memprihatinkan.

Sebagai warisan masa kolonial, banyak bagian jembatan yang mulai rusak akibat faktor usia, termasuk kawat seling yang lepas di beberapa titik.

Kini, warga bisa bernapas lega karena infrastruktur penyeberangan tersebut telah bertransformasi menjadi Jembatan Gantung Prima Jantake sepanjang 35 meter.

Bentangan baja kokoh ini resmi beroperasi menggantikan rakitan bambu rapuh yang sebelumnya menjadi satu-satunya tumpuan darurat masyarakat.

Keberadaan jembatan ini sangat vital karena mengintegrasikan aktivitas harian masyarakat dari tiga kecamatan sekaligus, yaitu Kebonpedes, Nyalindung, dan Gegerbitung.

Fasilitas publik seperti pasar, sekolah, hingga layanan kesehatan kini jauh lebih mudah dijangkau.

Bagi para petani lokal, perbaikan ini menjadi angin segar yang memangkas jalur distribusi hasil bumi. Mereka kini bisa mengangkut hasil panen dengan aman tanpa harus bertaruh nyawa menyeberangi arus sungai yang deras saat cuaca buruk.

"Dulu jalurnya hanya dari bambu. Kalau sekarang sudah jauh lebih bagus dan kokoh, jadi kami tidak takut lagi melintas," ujar Jaja (64), warga Desa Sasagaran.

"Jembatan ini sangat bermanfaat karena mayoritas lahan pertanian warga Sasagaran berada di seberang sungai, masuk wilayah Gegerbitung," tambah dia.

 

 

Memangkas Biaya dan Waktu

Bupati Sukabumi Asep Japar mengonfirmasi, bahwa intervensi pembangunan pada simpul transportasi perdesaan memiliki efek domino yang besar bagi pertumbuhan ekonomi.

Aksesibilitas yang cepat terbukti memangkas biaya logistik pertanian yang selama ini membebani petani.

"Jembatan hasil kolaborasi bersama Polres Sukabumi Kota dan pihak lainnya ini sangat bermanfaat, terutama untuk mendongkrak ekonomi warga," kata Asep Japar.

"Kami menitipkan pesan agar masyarakat bersama-sama merawat aset ini agar manfaatnya awet hingga generasi mendatang," tambah dia.

Disisi lain, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo menambahkan, bahwa keterlibatan kepolisian dalam pembangunan fisik ini merupakan wujud bakti sosial nyata bersama TNI dan Pemerintah Daerah untuk mempermudah patroli kamtibmas lintas kecamatan.

"Warga kini lebih nyaman melintas, petani mudah bawa hasil bumi, dan kami pun lebih mudah berpatroli lintas kecamatan," kata AKBP Sentot Kunto Wibowo.

Pasca-peresmian, jembatan langsung dipadati warga yang lalu lalang. Area di sekitar Sungai Cimandiri ini pun mendadak bertransformasi menjadi destinasi wisata air murah meriah bagi masyarakat sekitar.