Niat Bikin Konten, Warga Rekam Aksi Begal di Lampung Timur

Aksi pembegalan di Kabupaten Lampung Timur terekam kamera dashboard

Diterbitkan 09 Juni 2026, 15:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aksi pembegalan terhadap seorang pemuda di Kabupaten Lampung Timur terekam kamera dashboard (dashcam) milik pengendara mobil yang melintas di lokasi kejadian. Video itu kemudian viral di media sosial. Korban kehilangan telepon genggam serta uang tunai sebesar Rp 500 ribu.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Senin (8/6/2026) sekira pukul 09.30 WIB. Rekaman video yang beredar memperlihatkan detik-detik korban yang mengendarai sepeda motor dipepet dua pria menggunakan sepeda motor.

Aksi mencurigakan tersebut pertama kali disadari oleh seorang pengendara mobil bernama Nia Yashofa yang merekam kejadian menggunakan dashcam kendaraannya.

Nia mengaku awalnya hanya ingin membuat konten perjalanan bersama suami dan anaknya. Namun, saat melintas di lokasi, ia melihat korban terlihat dihentikan dan didekati oleh dua pria tak dikenal.

"Itu dibegal bukan ya?" ujar Nia dalam rekaman video tersebut.

Merasa curiga, Nia kemudian meminta suaminya untuk mengejar korban dan memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Setelah berhasil menemui korban, mereka mengetahui bahwa pemuda tersebut baru saja menjadi korban pembegalan.

"Mas diminta apanya?" tanya suami Nia kepada korban.

"Handphone sama duit," jawab korban.

Korban kemudian mengaku dipaksa menyerahkan telepon genggam dan uang tunai sebesar Rp 500 ribu kepada para pelaku.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, Nia bersama suaminya mengawal korban menuju Polres Lampung Timur untuk membuat laporan.

"Benar, peristiwa itu terjadi kemarin dan laporan korban telah kami terima," kata Kasatreskrim Polres Lampung Timur AKP M Stefanus Boyoh, Selasa (9/6/2026).

Dia menjelaskan, penyidik telah mengidentifikasi dua pelaku melalui rekaman dashcam yang viral di media sosial. "Tim saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap dua pria yang terekam dalam video tersebut," ujarnya.

Polisi memburu kedua pelaku dan mengumpulkan sejumlah bukti untuk mengungkap identitas serta keberadaan mereka.