Pesan Terakhir Relawan Gaza Asal Makassar Sebelum Ditangkap Militer Israel

Kemarin sore, ibunda dan Andi Angga masih berbalas via WA. Tetapi chat terakhir mereka hingga kini masih centang satu.

OlehFauzan
Diterbitkan 19 Mei 2026, 17:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sutrawati Kaharuddin (52) tak bisa menyembunyikan kegelisahannya saat komunikasi dengan putranya, Andi Angga Prasadewa (33), tiba-tiba terputus pada Senin (18/5/2026) sore.

Relawan kemanusiaan asal Makassar itu diketahui ikut dalam misi pelayaran menuju Gaza melalui jalur laut dari Pelabuhan Marmaris, Turki, sebelum kapal rombongan mereka dilaporkan diintercept militer Israel.

"Jam tiga sore kemarin itu masih jawab WhatsApp saya. Setelah itu saya bilang, ‘Kakak, bunda sangat khawatir, kakak hati-hati di sana. Banyak doa, istighfar terus’. Tapi habis itu sudah tidak ada lagi jawabannya," kata Sutrawati saat diwawancarai, Selasa (19/5/2026).

Menurut Sutrawati, sejak dini hari itu ia sudah memiliki firasat buruk terhadap kondisi anak sulungnya tersebut. Kecurigaannya semakin kuat ketika pesan WhatsApp yang dikirim hanya menunjukkan tanda centang satu.

"Subuh-subuh saya bangun sudah ada firasat. Makanya waktu lihat WhatsApp-nya cuma centang satu, saya langsung khawatir sekali," ujarnya.

Kekhawatiran itu rupanya pernah diantisipasi Andi Angga. Sebelum komunikasi terputus, ia sempat menitip pesan kepada adik perempuannya.

"Nanti sampaikan ke bunda ya, kalau sudah tidak bisa dihubungi berarti saya sudah buang HP ke laut," tutur Sutrawati menirukan pesan anaknya.

Tak lama setelah itu, video-video intersepsi kapal mulai beredar di media sosial. Sutrawati pun meyakini anaknya termasuk dalam rombongan relawan yang ditahan.

"Tiba-tiba muncul video itu. Saya langsung bilang, ya Allah, ini anakku sudah diculik sama zionis Israel," katanya.

Andi Angga diketahui berangkat menuju Gaza bersama relawan internasional membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina. Menurut informasi yang diterima keluarga, armada tersebut terdiri dari puluhan kapal.

"Anak saya itu berangkat lewat jalur laut dari Turki. Infonya ada 56 kapal. Sebelum sampai sekitar 250 mil dari laut itu, mereka diintercept sama zionis Israel," ujarnya.

 

Cemas Anak Berangkat ke Gaza

Sutrawati mengaku awalnya sempat melarang anaknya ikut misi tersebut. Namun ia memahami keputusan Andi Angga yang disebut memiliki jiwa sosial tinggi sejak lama.

"Dia bilang ini panggilan hati saya. Saya tahu kalau sudah panggilan hatinya, saya tidak bisa melawan," katanya.

Kini keluarga berharap pemerintah Indonesia segera membantu pembebasan Andi Angga dan relawan lainnya. Ia mengaku

"Anak saya bukan teroris. Anak saya itu aktivis kemanusiaan. Dia cuma bawa obat dan kebutuhan untuk Palestina yang lagi kelaparan," katanya.

Ia mengaku hingga kini belum ada komunikasi langsung dari pemerintah kepada keluarga. Namun pihak Rumah Zakat disebut terus memberikan pendampingan dan informasi perkembangan situasi.

“Saya berharap anak saya kembali sehat selamat tanpa kekurangan apa pun. Pemerintah tolong bantu anak saya, selamatkan anak saya,” pungkasnya.