Kisah Kelam di Balik Penemuan 11 Bayi di Rumah Bidan Sleman

11 bayi ini merupakan anak dari hubungan di luar nikah. Mayoritas orang tuanya adalah mahasiswa dan pekerja.

Diterbitkan 12 Mei 2026, 10:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah rumah di Padukuhan Randu Wonokerso, Desa Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, DIY, digrebek pada Jumat (8/5). Di rumah ini, ditemukan 11 bayi.

Rumah tersebut diketahui merupakan rumah orang tua dari seorang bidan berinisial ORP. Dia praktik di Banyuraden, Kapanewon Gamping, Sleman. Sebanyak 11 bayi ini dititipkan oleh orang tuanya kepada bidan ORP.

Kasatreskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi mengatakan, evakuasi terhadap 11 bayi ini dilakukan usai ada laporan dari warga yang curiga adanya belasan bayi di dalam rumah. Kecurigaan ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dan dilanjutkan dengan proses pengecekan dan evakuasi.

"11 bayi ini dievakuasi oleh Dinas Sosial. Tiga bayi kita rawat di RSUD (Sleman). Kemarin dua bayi diambil orang tuanya. Saat ini masih enam bayi yang dirawat di Dinas Sosial," kata Wiwit di Mapolresta Sleman, Senin (11/5).

Wiwit membeberkan tiga bayi yang dirawat di RSUD Sleman ini karena ada yang sakit jantung bawaan, hernia dan sakit kuning. Dua bayi yang sakit hernia dan sakit kuning ini kondisinya membaik usai mendapatkan perawatan di RSUD Sleman.

Hasil Hubungan Gelap

Dari hasil penyelidikan awal, 11 bayi ini merupakan anak dari hubungan di luar nikah. Mayoritas orang tuanya adalah mahasiswa dan pekerja. 

"Bayi ini memang mayoritas hasil hubungan di luar nikah. Orang tuanya ada yang mahasiswa ada yang bekerja. Semua bayi itu dilahirkan di bidan (di daerah Banyuraden, Gamping)," ucap Wiwit.

Bayi-bayi ini sudah dititipkan sejak lima bulan lalu  di rumah bidan di Banyuraden, Gamping. Karena di rumah bidan itu sedang ada kegiatan, maka kemudian dititipkan di rumah orang tua bidan di daerah Pakem.

"Rumah tersebut hanya sementara, baru satu minggu di sana. Di tempat yang di Gamping itu baru ada kegiatan kemudian digeser (dititipkan di Pakem)," ucapnya.