Liputan6.com, Makassar - Polisi membubarkan aksi tawuran yang diduga melibatkan ratusan anggota geng motor di wilayah Kecamatan Panakkukang dan Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Sabtu (9/5/2026) dini hari.
Dalam dua kejadian tersebut, polisi mengamankan delapan pemuda yang diduga terlibat tawuran, masing-masing tujuh orang di Panakkukang dan satu orang di Rappocini.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin mengatakan, keributan pertama terjadi di Jalan Inspeksi Kanal, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang. Polisi menerima laporan warga terkait adanya aksi tawuran antarkelompok di depan Kampus Universitas Bosowa, Jalan Urip Sumoharjo.
Advertisement
"Laporan dari masyarakat telah terjadi tawuran yang melibatkan sekitar kurang lebih 200 orang menggunakan sepeda motor. Kemudian dari tim Polsek Panakkukang bekerja sama Polrestabes Makassar, yaitu Tim Trisula, turun ke lokasi untuk membubarkan kejadian tersebut," kata Wahiduddin, Sabtu (9/5/2026).
Saat personel Opsnal Resmob Polsek Panakkukang menuju lokasi, petugas menemukan ratusan pemuda berkumpul di lapangan sekitar Jalan Inspeksi Kanal.
"Pada saat sekelompok pemuda tersebut melihat tim, mereka langsung melarikan diri berhamburan masuk ke dalam lorong menyebar dan meninggalkan sepeda motornya serta menjatuhkan senjata yang mereka bawa," ucap Wahiduddin.
Amankan 7 Pemuda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5663160/original/059537100_1778326345-610944.jpg)
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan tujuh pemuda berinisial MH (17), MF (20), MFM (15), FHM (16), MS (16), MFR (18), dan S (14). Ketujuhnya kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Panakkukang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, sebagian dari mereka mengaku datang ke lokasi setelah diajak rekannya melalui panggilan telepon maupun pesan singkat untuk melakukan “COD Fight” dan berkumpul bersama kelompok geng motor.
Salah seorang pemuda yang diamankan mengaku sempat mengonsumsi minuman keras bersama kelompok bernama TROBOS sebelum terjadi aksi saling serang antarkelompok.
"Jadi ini gengnya namanya TROBOS, lawannya kita masih dalami dari geng motor mana. Mereka ini ada janjian namanua COD Fight," kata Wahiduddin.
Selain mengamankan para pemuda, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di sekitar lokasi tawuran yang terjadi di Kecamatan Panakkukang itu. Barang bukti tersebut di antaranya satu bom molotov, tiga ketapel pelontar busur, empat anak panah busur, satu badik, tiga parang panjang, satu samurai, serta 22 unit sepeda motor.
Advertisement
Barang Bukti Hasil Penyisiran Polisi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5663161/original/094796800_1778326347-610994.jpg)
Namun, Wahiduddin menegaskan barang bukti tersebut tidak ditemukan langsung pada para pemuda yang diamankan, melainkan hasil penyisiran petugas di sekitar lokasi kejadian.
"Ada beberapa barang bukti yang kita dapatkan di TKP, namun bukan didapat dari pelaku. Karena kemungkinan barang bukti ini dibuang oleh para pelaku," katanya.
Tawuran di Rappocini, Polisi Amankan Magasin Airsoftgun
Selain di Panakkukang, polisi juga menangani aksi keributan di wilayah Kecamatan Rappocini pada malam yang sama. Dalam kejadian itu, polisi mengamankan satu orang terduga pelaku.
"Di wilayah Polsek Rappocini ada juga kejadian tadi malam, keributan, sempat juga diamankan satu orang yang diduga pelaku," ujar Wahiduddin.
Polisi turut menemukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian di Rappocini berupa anak panah busur, ketapel, magasin air soft gun, dan sepeda motor.
"Barang bukti juga tidak ditemukan padanya. Tapi dilakukan penyisiran ada juga didapat di TKP beberapa senjata. Satu anak panah, kemudian ada ketapel, magazine air soft gun, sama sepeda motor," katanya.
Wahiduddin menyebut pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kelompok yang diduga terlibat tawuran tersebut, termasuk menelusuri motif dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
"Ini kelompok ini masih kita dalami untuk mencari motifnya. Tapi saya kira ini memang anak-anak kelompok-kelompok yang sering melakukan konvoi-konvoi setiap malam. Diduga ini kelompok-kelompok geng motor," tutup Wahiduddin.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/721398/original/027674400_1632628540-Screen_Shot_2021-09-26_at_11.54.50.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5663159/original/013081400_1778326345-610987.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371708/original/005900800_1476258392-Makassar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/618/original/015378900_1751874433-WhatsApp_Image_2025-07-06_at_20.36.08_5b85adcb.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315631/original/085066700_1782183105-AP26173665939735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269025/original/029326100_1782119069-063_2281966729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620430/original/011957700_1782610877-000_B8JY4LY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620429/original/007432300_1782610876-000_B8JY7M2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322679/original/008420700_1782191790-Amine_Gouiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615223/original/052059800_1782601281-063_2283624238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8392528/original/081634600_1782272943-000_B83Z88V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8553933/original/032729600_1782499706-uzbek_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263639/original/016182700_1781947723-778419.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263612/original/095035500_1781945422-777874.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263266/original/063472100_1781873628-775009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262806/original/030546800_1781849066-773543.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261817/original/031020200_1781758697-769133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260136/original/069719400_1781577134-pengungkapan-kasus-pembunuuhan-drw1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259203/original/001347300_1781491494-kasus-pembunuhan-mks-drw.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542796/original/037226800_1774957477-Chef_Gunadi2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256899/original/013596100_1781174982-741940.jpg)