Penggerebekan Terduga Pelaku Scamming di Apartemen Batam, Ratusan WNA Diamankan Petugas Imigrasi

Penggerebekan di Apartemen Baloi View, Lubuk Baja, Kota Batam dilakukan Rabu pagi (6/5/2026) oleh petugas gabungan dari Imigrasi dan Kepolisian.

Diterbitkan 06 Mei 2026, 14:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Batam - Petugas gabungan dari Imigrasi dan Kepolisian melakukan penggerebekan di Apartemen Baloi View, Lubuk Baja, Kota Batam, pada Rabu pagi (6/5/2026).

Operasi tersebut dilakukan menyusul adanya indikasi aktivitas ilegal yang melibatkan ratusan Warga Negara Asing (WNA) di lokasi tersebut.

Informasi awal diperoleh dari hasil pengembangan intelijen keimigrasian serta laporan masyarakat yang mencurigai adanya praktik penipuan daring (scam) yang beroperasi dari kawasan apartemen tersebut.

Dalam penggerebekan itu, ratusan WNA berhasil diamankan dan langsung didata serta diperiksa satu per satu oleh petugas.

Selain itu, aparat juga menyita sejumlah barang bukti berupa puluhan unit komputer, perangkat elektronik, serta perlengkapan kantor seperti meja dan kursi yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas ilegal tersebut.

Sejumlah WNA yang diamankan kemudian dibawa menggunakan kendaraan menuju Kantor Imigrasi di Batam Center guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut, baik terkait kelengkapan dokumen keimigrasian maupun dugaan keterlibatan dalam tindak pidana.

 

Benarkan Adanya Operasi Penggerebekan

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam Wahyu Eka Putra membenarkan adanya operasi tersebut. Ia menyebut jumlah pasti WNA yang diamankan masih dalam proses pendataan.

"Ada, jumlahnya ratusan dan saat ini masih dihitung. Ini merupakan hasil pengembangan dari intelijen imigrasi serta informasi masyarakat," ujar Wahyu, Rabu (6/5/2026).

Wahyu menambahkan, seluruh WNA yang diamankan saat ini masih berada di Kantor Imigrasi Batam untuk menjalani proses pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.

"Untuk sementara, mereka diamankan di kantor Imigrasi Batam Center untuk proses pengembangan kasus," ucap Wahyu.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau Guntur Sahat Hamonangan, belum merinci lebih jauh terkait dugaan aktivitas yang dilakukan para WNA tersebut.

Ia menyebut informasi lengkap akan disampaikan langsung oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.

"Nanti akan dirilis secara resmi. Informasinya Pak Dirjen yang akan menyampaikan," kata Guntur.

Hingga saat ini, aparat masih terus melakukan pendalaman guna memastikan peran masing-masing WNA, termasuk kemungkinan keterlibatan dalam jaringan kejahatan internasional berbasis penipuan daring.