Gunung Dukono Erupsi, Abu Vulkanik Menyembur 1.200 Meter ke Arah Tenggara

Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali erupsi pada Selasa pagi (21/4/2026), pukul 07.38 WIT.

Diterbitkan 21 April 2026, 09:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali erupsi pada Selasa pagi (21/4/2026), pukul 07.38 WIT. Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi bencana Geologi (PVMBG) menyebutkkan, tinggi kolom letusan Gunung Dukono teramati mencapai 1.200 meter di atas puncak, atau sekitar 2.287 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.

Petugas Pos Pantau Gunung Dukono Bambang Sugiono melalui keterangannya mengimbau, masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar Gunung Dukono untuk tidak beraktivotas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.

"Selalu gunakan masker atau penutup mulut," katanya.

Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.

Sepanjang 2026, Gunung Dukono tercatat sudah meletus sebanyak 66 kali. Hingga hari ini, Selasa, 21 April 2026, pukul 09.01 WIB, Gunung Dukono masih berstatus Siaga (Level Ii).

Aktivitas Gunung Dukono

Berdasarkan data PVMBG, menurut hasil pemantauan sepanjang Senin, 21 April 2026, pukul 00.00-24.00 WIB, Gunung Dukono tercatat mengalami sebanyak 132 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 6-34 mm, dan lama gempa 29.8-97.23 detik, kemudian 6 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 6-27 mm, S-P 14.64-30.09 detik dan lama gempa 61.35-96.5 detik, lalu 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-4 mm, dominan 2 mm.