Pria ODGJ Bacok Tetangga di Sukabumi, Proses Pengamanan Berlangsung Dramatis

Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa alias ODGJ, nekat membacok tetangganya sendiri menggunakan sebilah golok.

Diterbitkan 09 April 2026, 08:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Warga Kampung Bojong Duren, Desa Cibentang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, digegerkan oleh aksi serangan senjata tajam. Seorang pria berinisial U (58), yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ), nekat membacok tetangganya sendiri menggunakan sebilah golok.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Selasa, 7 April 2026 pagi. Korban, Wandi (53), saat itu sedang melakukan aktivitas rutin mencuci pakaian di luar rumah.

Tanpa alasan yang jelas, pelaku tiba-tiba datang menghampiri dan melayangkan senjata tajam ke arah leher korban.

Kapolsek Gunungguruh Iptu Iwan Gunawan mengonfirmasi, pihaknya segera bergerak ke lokasi setelah menerima laporan warga.

"Kami menerima laporan adanya tindak penganiayaan atau pembacokan yang dilakukan oleh terduga ODGJ. Korban sedang mencuci, tiba-tiba pelaku datang membawa sebilah golok dan langsung membacok leher korban tanpa sebab yang jelas," ujar Iwan, dikutip Kamis (9/4/2026).

Situasi di pemukiman tersebut sempat mencekam usai kejadian. Pelaku dilaporkan mengurung diri di dalam rumah sambil tetap memegang golok, sehingga membuat warga merasa terancam.

 

Butuh Negosiasi Panjang

Proses pengamanan berlangsung dramatis dengan melibatkan aparat gabungan dari Polsek Gunungguruh, TNI, pihak Kecamatan, hingga petugas P2BK. Petugas harus melakukan negosiasi panjang untuk membujuk pelaku agar menyerah tanpa menimbulkan korban tambahan.

"Pelaku sempat bertahan di dalam rumah. Namun, berkat kerja sama warga dan kesigapan petugas di lapangan, pelaku akhirnya berhasil dilumpuhkan saat keluar rumah dan langsung diamankan," tambah Iwan.

Akibat serangan mendadak tersebut, Wandi menderita luka robek yang cukup serius di bagian leher.

Beruntung, respons cepat dari Kepala Desa dan perangkat desa yang segera mengevakuasi korban menggunakan ambulans desa berhasil menyelamatkan nyawanya.

Setelah mendapatkan perawatan medis di klinik terdekat, korban dilaporkan harus menerima enam jahitan pada luka bacok tersebut dan kini dalam masa pemulihan.