Dampak Gempa Bitung, Sumber Mata Air jadi Keruh dan Tak Layak Konsumsi

Gangguan ini murni disebabkan faktor alam akibat gempa Bitung kemarin. Perubahan kondisi sumber air membuat distribusi ke pelanggan juga terganggu.

Diterbitkan 03 April 2026, 05:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi Magnitudo 7,6 yang mengguncang Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026) pagi, tidak hanya berdampak pada kerusakan sejumlah bangunan. Sarana air bersih yang dikelola oleh Perumda Air Duasudara Bitung ikut terganggu.

Perumda Air Duasudara menyebut air minum pelanggan saat ini dalam kondisi tidak layak konsumsi.

Direktur Utama Perumda Air Duasudara Bitung, Alfred Salindeho mengatakan, ada perubahan kondisi pada sumber mata air milik perusahaan daerah tersebut.

“Pasca gempa, sumber air mengalami perubahan. Air menjadi keruh, berwarna coklat, dan untuk sementara tidak layak dikonsumsi,” ujar Alfred dalam keterangannya.

 

Warga Diminta Tak Konsumsi Air Secara Langsung

Menurutnya, gangguan ini murni disebabkan faktor alam akibat gempa yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya. Perubahan kondisi sumber air membuat distribusi air bersih ke pelanggan ikut terdampak.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya pelanggan air minum, agar tidak menggunakan air tersebut untuk konsumsi langsung hingga kondisi kembali normal," ujarnya.

Alfred juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Ia memastikan pihaknya tengah berupaya melakukan penanganan agar kualitas air segera pulih.

“Kami memohon maaf kepada seluruh pelanggan. Ini bukan karena kelalaian, melainkan dampak bencana alam. Kami berharap kondisi segera membaik dan air bisa kembali layak dikonsumsi,” katanya.

Hingga saat ini, Perumda Air Duasudara masih melakukan pemantauan dan penanganan di sumber mata air, sembari menunggu kondisi kembali stabil.