Arus Balik Lebaran 2026 di Bakauheni dan Merak Makin Padat, Begini Prediksinya

Prediksi puncak arus balik Lebaran 2026 gelombang pertama di Pelabuhan Bakauheni dan Merak diperkirakan akan segera terjadi.

Diterbitkan 24 Maret 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Prediksi puncak arus balik gelombang pertama di Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Merak diperkirakan akan segera terjadi, bahkan sudah mulai terasa sejak Minggu, 22 Maret 2026.

Kedua pelabuhan tersebut kini bersiap menghadapi puncak arus balik gelombang pertama yang diprediksi berlangsung pada Selasa hingga Rabu, 24-25 Maret 2026.

"Peningkatan trafik saat ini menjadi indikator awal dimulainya fase arus balik," ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, Selasa (24/03/2026).

Untuk mencegah kepadatan, pemerintah telah menerapkan pembatasan operasional kendaraan. Pelabuhan Bakauheni hanya melayani penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan I, II, III, IVA, VA, dan VIA.

Sementara itu, kendaraan golongan IVB, VB, dan VIB yang dikecualikan dari pembatasan operasional dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu.

 

Operasional Truk Tiga Sumbu Masih Dibatasi

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menambahkan, truk golongan VIB tiga sumbu, VII, VIII, dan IX yang masih dalam masa pembatasan diarahkan untuk menunggu di buffer zone maupun sejumlah rest area tol, guna menjaga kelancaran arus lalu lintas.

"Pastikan telah membeli tiket melalui Ferizy sebelum tiba di pelabuhan. Saat ini tidak ada penjualan tiket di pelabuhan, sehingga seluruh pengguna jasa wajib melakukan pembelian secara mandiri melalui kanal resmi," ujar Windy.

Sebagai informasi, Pelabuhan Merak, Ciwandan, hingga Bakauheni sejak H-10 hingga Idulfitri hari kedua telah dilalui sebanyak 952.458 penumpang atau naik 1 persen, serta 253.049 kendaraan atau meningkat 5,6 persen.

Sementara itu, penumpang yang menyeberang dari Sumatera menuju Pulau Jawa tercatat sebanyak 480.613 orang atau meningkat 5,8 persen, dengan total kendaraan mencapai 102.031 unit atau tumbuh 11,5 persen.