Pemuda Tewas Tenggelam di Pemandian Air Panas

Pemuda meninggal dunia usai tenggelam di tempat pemandian air panas Ranolewo, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Korban dilaporkan tenggelam di lokasi pemandian air panas dengan titik perkiraan lokasi kejadian berjarak sekitar 33,79 kilometer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado.

Diterbitkan 20 Maret 2026, 08:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pemuda tewas tenggelam di tempat pemandian air panas Ranolewo, Kecamatan Langowan Utara, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis (19/3/2026).

"Korban diketahui bernama Faith Kapugu (18), warga Desa Tumaratas, Kecamatan Langowan Barat," sebut Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng di Manado. Dilansir Antara, Jumat 920/3/2026).

Sebelumnya, korban dilaporkan tenggelam di lokasi pemandian air panas dengan titik perkiraan lokasi kejadian berjarak sekitar 33,79 kilometer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado.

Sebagaimana laporan Komandan Tim Basarnas Sulut Andre Kembi, pada hari kedua operasi operasi pencarian Tim SAR gabungan memulai kegiatan dengan pengarahan pada pukul 07.00 WITA dan pukul 07.30 WITA dilakukan penyisiran menggunakan jaring. 

Metode ini dipilih karena kondisi suhu air yang berkisar antara 38°C hingga 45°C, bahkan dapat meningkat mendekati sumber air panas, sehingga tidak memungkinkan dilakukan penyelaman.

“Pada pukul 14.30 WITA, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, kemudian langsung dievakuasi ke RS Budi Mulia Langowan untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Operasi SAR tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, Polres Minahasa, Polsek Langowan Barat, Koramil Langowan, BPBD Minahasa, RAPI Minahasa, Inavis, pemerintah setempat, serta masyarakat.

Adapun peralatan yang digunakan dalam operasi meliputi rescue car, truk personil, rubber boat, peralatan medis, peralatan selam, Aqua Eye, perangkat komunikasi, serta peralatan pendukung lainnya.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di lokasi wisata alam, khususnya yang memiliki potensi bahaya seperti sumber air panas," ajak Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado (Basarnas Sulut) George Randang.