Imbauan buat Pemudik: Jalur Nagreg Kerap Turun Hujan, Waspada Jalan Licin dan Pohon Tumbang

Pemudik pada lebaran tahun 2026 diprediksi mencapai 155 juta orang.

Diterbitkan 15 Maret 2026, 12:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polresta Bandung mengimbau para pemudik agar mewaspadai jalan licin di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, seiring hujan deras hingga angin kencang yang belakangan melanda kawasan tersebut, terutama di turunan Lingkar Nagreg. Selain, risiko pohon tumbang.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Aldi Subartono, mengingatkan masyarakat supaya tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan.

"Kepolisian akan terus memantau situasi secara real-time guna meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas di titik-titik rawan tersebut," katanya dikutip lewat siaran pers, Minggu (15/3/2026).

Saat ini, Polresta Bandung mendirikan Pos Terpadu di KM 36 Nagreg. Penempatan pos utama di titik ini dinilai lebih efektif karena Nagreg merupakan jalur vital yang memerlukan pengawasan ekstra selama arus mudik dan balik.

Pos Terpadu ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemantauan arus, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang lengkap, mulai dari tim medis, armada ambulans, hingga unit mobil derek yang siap bergerak sewaktu-waktu jika terjadi kendala pada kendaraan pemudik.

Selain di Nagreg, Polri juga menyebar sejumlah pos pengamanan di lokasi strategis lainnya untuk memastikan kelancaran arus. Mulai dari Gerbang Tol Cileunyi untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan, hingga kawasan Cimanggung dan Cikaledong Lingkar Nagreg

"Di titik-titik tersebut, personel kepolisian bersiaga melakukan pengaturan arus dan rekayasa lalu lintas guna mengatasi hambatan akibat kontur jalan yang menanjak maupun perpindahan moda transportasi masyarakat," katanya.

 

BMKG Sorot Tiga Provinsi

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis kondisi cuaca saat Hari Raya Idul Fitri 2026. Prakiraan BMKG, cuaca berawan dan hujan lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Dinamika atmosfer yang mempengaruhi kondisi cuaca menjelang Hari Raya Idul Fitri dan periode libur Lebaran, yakni monsun Asi. Kondisi tersebut membawa lebih banyak uap air, Madden Julian Oscillation (MJO) atau fenomena pergerakan aktivitas awan dan hujan di wilayah tropis ke timur, gelombang atmosfer, serta potensi tumbuhnya bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.

“Dengan demikian, di pekan kedua Maret ini ada potensi kenaikan curah hujan, tapi selanjutnya akan menurun,” ujar Faisal.

Masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi curah hujan sangat tinggi di sejumlah wilayah selama Maret. Khususnya di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.

"Kita perlu mewaspadai tiga provinsi yang berpotensi mengalami curah hujan sangat tinggi, yaitu di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan," kata dia.