Mengintip Persiapan Mudik Lebaran 2026 di Sukabumi: Dari Fasilitas Pemudik hingga Rekayasa Lalin

Berbagai persiapan mudik Idulfitri 1447 Hijriah di Sukabumi mulai dilakukan Forkopimda.

Diterbitkan 12 Maret 2026, 22:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Berbagai persiapan mudik Idulfitri 1447 Hijriah dilakukan oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi. Tahun ini, tantangan yang dihadapi cukup beragam, mulai dari potensi kepadatan di jalur Tol Bocimi Seksi 3 hingga pengamanan lingkungan dari penyakit masyarakat.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, mengungkapkan bahwa sedikitnya 1.010 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi samping telah diterjunkan.

"Khusus Polri, kami menurunkan 400 personel yang tersebar di 13 titik strategis. Ada satu Pos Terpadu di Gedung Juang dan satu Pos Pelayanan di Baros yang fasilitasnya sangat lengkap, mulai dari layanan kesehatan hingga bengkel darurat," jelas AKBP Sentot, usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026, di Terminal Tipe A, Kamis (12/3/2026).

Selain menyiapkan pos pengamanan, Polres Sukabumi Kota juga memusnahkan 2.325 botol minuman keras dan 250 knalpot bising yang disita selama bulan Ramadan.

Adapun terkait isu keamanan yang sempat viral mengenai keributan dugaan bentrok ormas rebutan lahan parkir di Jalan RE Martadinata, Kapolres menegaskan proses hukum terus berjalan tanpa pandang bulu.

"Tidak ada toleransi untuk pelanggar hukum. Semua sedang dalam pemeriksaan saksi dan akan segera dilakukan gelar perkara," tegasnya.

Fasilitas bagi Pemudik: Penitipan Kendaraan dan Stok BBM

Bagi warga Kota Sukabumi yang berencana pulang kampung, kepolisian memberikan kemudahan berupa layanan penitipan kendaraan di kantor polisi terdekat. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko pencurian kendaraan yang ditinggal pemiliknya.

Selain itu, AKBP Sentot juga menepis kekhawatiran masyarakat mengenai dampak konflik global terhadap ketersediaan bahan bakar. "Kami sudah koordinasi dengan Pertamina, stok BBM di Sukabumi dipastikan aman sampai musim lebaran usai," tambahnya.

 

Antisipasi Macet di Jalur Tol Bocimi

Menjelang puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pertengahan Maret ini, koordinasi lintas wilayah terus diperkuat. Skema one-way dan contraflow telah disiapkan untuk mengurai kepadatan, terutama di titik keluar Tol Bocimi Seksi 3 dan jalur utama lainnya.

“Kita sudah mempersiapkan langkah-langkah, terutama mungkin di penebalan pasukan, kita akan menggunakan one-way, mungkin nanti ada contraflow, dan sebagainya, disesuaikan dengan tingkat kerawanannya,” terang dia.

Dengan kesiapan ini, Kota Sukabumi tampak siap menyambut kedatangan para perantau dan melepas warganya untuk bersilaturahmi dengan rasa aman dan nyaman.