Kapal Terbalik Dihantam Gelombang di Perairan Bintan, 9 ABK Hilang dan 20 Orang Selamat

Operasi pencarian terhadap 9 ABK yang hilang masih dilakukan.

Diterbitkan 09 Maret 2026, 09:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Kepulauan Riau. Kapal KM Makmur Jaya dilaporkan terbalik setelah dihantam gelombang tinggi di perairan sekitar Pulau Merapas, Kabupaten Bintan, Minggu (8/3/2026) dini hari.

Dari total 29 anak buah kapal (ABK) yang berada di atas kapal, 20 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara 9 lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR.

Laporan kecelakaan pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang pada Minggu malam sekitar pukul 21.05 WIB dari agen kapal, Lago. Informasi menyebutkan kapal mengalami insiden di koordinat 01°00.584’N – 105°19.255’S atau sekitar 90 mil laut dari Dermaga Sekupang Batam.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli menjelaskan, kapal sebelumnya berlayar dari Kampung Bugis menuju Pulau Pengibu pada Sabtu (7/3/2026) pukul 14.00 WIB.

“Sekitar pukul 04.00 WIB kapal dihantam gelombang tinggi hingga posisinya miring dan akhirnya terbalik di perairan sekitar Pulau Merapas,” ujarnya.

Dalam situasi darurat tersebut, sebagian ABK berusaha menyelamatkan diri. Sebanyak 20 orang bertahan di atas badan kapal yang terbalik, sementara 9 ABK lainnya naik ke sekoci penyelamat, namun kemudian terpisah dari kapal utama dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.

9 ABK Hilang Masih Dicari

Proses penyelamatan awal dilakukan oleh kapal KM Sinar Abadi yang kebetulan melintas di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB. Kapal tersebut berhasil mengevakuasi 20 ABK yang bertahan di badan kapal, lalu membawa mereka ke Pelabuhan Kijang untuk diserahkan kepada pihak agen kapal.

Seluruh korban yang berhasil diselamatkan dilaporkan dalam kondisi selamat dan saat ini masih dimintai keterangan untuk membantu proses pencarian terhadap korban lainnya.

Sementara itu, operasi pencarian terhadap 9 ABK yang hilang masih dilakukan. Tim SAR telah berkoordinasi dengan berbagai unsur, di antaranya Pos AL Kijang, Polsek Bintan Timur, BPBD Bintan, Polairud Bintan, serta Pos AL Berakit.

Sebanyak 22 personel tim rescue dari Pos SAR Batam bersama kru KN SAR Purworejo 101 telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian sekitar pukul 21.30 WIB, Minggu Malam (8/3/2026). “Tim diperkirakan tiba di lokasi kejadian pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 06.30 WIB untuk melakukan penyisiran intensif di area pencarian,” kata Fazzli.

Hingga saat ini, operasi pencarian masih berlangsung dengan fokus utama menemukan 9 ABK yang terpisah menggunakan sekoci penyelamat. Tim SAR berharap para korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.