Malaysia Akhiri Operasi Pencarian Korban Kapal Terbalik, Total 39 WNI Ditemukan

Kemlu RI melalui KBRI Kuala Lumpur melakukan koordinasi dengan otoritas Malaysia terkait proses identifikasi jenazah dan pendampingan terhadap korban selamat.

Diterbitkan 18 Mei 2026, 13:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Malaysia resmi menghentikan operasi pencarian dan penyelamatan korban kapal terbalik yang mengangkut warga negara Indonesia (WNI) di perairan Pulau Pangkor, Perak. Dalam operasi tersebut, total 39 WNI berhasil ditemukan.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, mengatakan jumlah korban yang ditemukan bertambah dibanding data awal yang diperoleh dari keterangan awak kapal yang selamat.

"Sebelumnya, informasi awal yang disampaikan oleh Pihak Malaysia berdasarkan interview dengan awak kapal yang selamat, jumlah penumpang kapal sebanyak 37 orang, dengan 14 orang dinyatakan hilang," kata Heni Hamidah saat dihubungi via pesan singkat oleh Liputan6.com, Senin (18/5/2026).

"Namun demikian, dalam proses operasi pencarian di lapangan, otoritas SAR Malaysia menemukan tambahan korban sehingga total korban yang berhasil ditemukan mencapai 39 orang," ujarnya.

Dari total korban yang ditemukan, sebanyak 23 WNI selamat, sementara 16 lainnya meninggal dunia. Para korban selamat diketahui berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, seperti Aceh, Banten, Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Utara.

"Dari keseluruhan operasi pencarian, otoritas Malaysia berhasil menemukan total 39 WNI, yang terdiri dari 23 korban selamat dan 16 korban meninggal dunia," kata Heni.

Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Kuala Lumpur terus melakukan koordinasi dengan otoritas Malaysia terkait proses identifikasi jenazah dan pendampingan terhadap korban yang selamat.

"KBRI Kuala Lumpur terus berkoordinasi erat dengan otoritas Malaysia terkait proses identifikasi jenazah, pendampingan terhadap para korban selamat, serta fasilitasi kekonsuleran yang diperlukan bagi para WNI terdampak dan keluarganya," tuturnya.

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada tim SAR dan Kepolisian Maritim Malaysia atas upaya pencarian serta penanganan korban dalam insiden tersebut