Pegawai BUMN Digerebek Istri di Hotel Tuban Bersama Wanita Lain, Sempat Pamit Lembur

Skandal asmara pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berinisial LFNP (35) terbongkar setelah enam bulan menjalin hubungan dengan wanita selain istrinya.

Diterbitkan 22 Februari 2026, 09:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Skandal asmara pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di PT SIG Pabrik Tuban berinisial LFNP (35) terbongkar, setelah enam bulan menjalin hubungan dengan perempuan berinisial ADP (35) warga Kabupaten Tulungagung.

Pegawai BUMN itu awalnya berpamitan kepada istrinya, yakni DR (37) warga Kecamatan Semanding untuk lembur kerja di pabrik. Namun nyatanya, ia diketahui tengah berada bersama ADP di kamar nomor 703 Lynn Hotel Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 21 Februari 2026 siang.

“Kasus itu telah ditangani UPPA Satreskrim Polres Tuban,” ujar Kasi Humas Polres Tuban Iptu Siswanto.

Bermula saat LFNP berpamitan lembur yang berujung kecurigaan, lantaran pada bulan Ramadan diyakini sang istri tidak ada praktik kerja semacam itu. Akhirnya, DR pun membuntuti suaminya hingga ke hotel dan memastikan keberadaan LFNP melalui petugas keamanan.

“Pelapor sempat tanya ke satpam hotel, untuk atas nama LFNP tidak ada, tetapi atas nama ADP ada dan check-in mulai tanggal 18 Februari 2026,” jelas Siswanto.

Setelah itu, DR melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tuban. Sang istri bersama aparat kepolisian langsung melakukan penggerebekan terhadap LFNP dan ADP di kamar nomor 703.

“Hasil dari visum diperoleh keterangan bahwa keduanya telah melakukan. Kemudian terhadap keduanya ditetapkan sebagai tersangka,” tambah IPTU Siswanto.

 

Kenalan Lewat Sosmed

Dalam pemeriksaan, pasangan tersebut mengaku berkenalan melalui media sosial pada Mei 2025. Keduanya mulai menjalin hubungan asmara pada Juli 2025, hingga akhirnya terbongkar melalui penggerebekan tersebut.

"Mei 2025 kenal, Juli 2025 sudah menjalin asrama. Kenal dari sosmed," ungkap terlapor dihadapi penyidik kepolisian.

Sementara itu, pihak SIG Pabrik Tuban melalui Senior Manager of Unit Corporate Communication, Dharma Sunyata, belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi, termasuk terkait langkah evaluasi dan pembinaan terhadap pegawai atas insiden tersebut.