Dahsyatnya Ledakan Petasan di Situbondo, 12 Rumah Porak Poranda dan Bikin Lubang Besar di Lantai

Ledakan petasan membuat rumah-rumah Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Situbondo porak poranda.

Diterbitkan 20 Februari 2026, 11:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ledakan petasan mengguncang Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Situbondo. Tim Identifikasi Satreskrim Polres Situbondo bersama Labfor Polda Jatim menyisir puing-puing ledakan hebat tersebut.

Hasilnya, petugas mengamankan 18 barang bukti yang mengonfirmasi bahwa petaka tersebut murni dipicu oleh bubuk petasan. ​Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, mengungkapkan bahwa olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) memperkuat dugaan aktivitas perakitan petasan di lokasi tersebut.

​"Kami mengamankan selongsong petasan, alat penggulung, sumbu, hingga rekaman CCTV dan pakaian korban. Semua bukti merujuk pada bahan peledak jenis low explosive," kata AKBP Bayu kepada wartawan, Jumat (20/2/2026)

​Dahsyatnya ledakan tersebut bahkan meninggalkan jejak permanen berupa lubang cekungan di lantai rumah dengan diameter 52 sentimeter dan kedalaman 7 sentimeter.

"Cekungan itu terbentuk murni akibat daya tekan ledakan, bukan karena adanya bunker penyimpanan," tambahnya

Insiden tersebut tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga membuat lingkungan sekitar porak poranda. Tercatat, 1 rumah rusak total rata dengan tanah (lokasi utama ledakan).

Rumah Rusak hingga Korban Jiwa

Sebanyak 11 rumah rusak ringan mengalami pecah kaca dan atap runtuh. Selain itu, untuk korban mencapai 7 orang di antaranya 1 meninggal dunia dan 6 luka berat.

​Hingga saat ini, polisi belum bisa menggali keterangan lebih dalam dari para saksi kunci karena kondisi fisik dan psikologi mereka yang memprihatinkan.

"Korban rata-rata mengalami luka bakar di atas 50 persen dan masih dalam kondisi syok berat. Prioritas kami saat ini adalah penanganan medis mereka," tambah Kapolres Bayu.

​Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan bahaya perakitan bahan peledak di lingkungan padat penduduk. "Polisi masih terus mendalami asal-usul bahan baku peledak itu," pungkasnya