Remaja Perempuan di Sukabumi Ditemukan Meninggal Tergantung di Rumah Ibunya

Seorang remaja perempuan berinisial F (19) ditemukan meninggal dunia di kediamannya, Kampung Rawa Bungur RT 003/003, Desa Bojongtugu, Curugkembar, Sukabumi.

Diterbitkan 15 Februari 2026, 00:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Suasana duka menyelimuti Kampung Rawa Bungur RT 003/003, Desa Bojongtugu, Kecamatan Curugkembar. Seorang remaja perempuan berinisial F (19) ditemukan meninggal dunia di kediamannya pada Jumat malam 13 Februari 2026.

Peristiwa ini mengejutkan warga setempat, mengingat korban dikenal sebagai sosok yang aktif dan memiliki banyak teman.

Korban selama ini diketahui menempati rumah ibunya seorang diri. Sang ibu telah bekerja sebagai buruh migran Indonesia (BMI) di luar negeri selama kurang lebih delapan bulan, sementara ayahnya juga bekerja di luar negeri pasca-perpisahan kedua orang tuanya.

Kecurigaan warga bermula ketika rumah F terlihat sangat sepi dengan tirai jendela tertutup sepanjang sore.

Setelah upaya menghubungi melalui telepon seluler tidak mendapat respons, warga atas saran pihak keluarga terpaksa mencongkel jendela kamar untuk memastikan kondisi di dalam.

"Sekitar pukul 19.30 WIB, warga berhasil masuk dan menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tergantung di kayu loster pintu antara ruang tamu dan ruang makan," ungkap salah seorang perangkat Desa Bojongtugu yang enggan disebutkan namanya.

Kejadian ini menyisakan kesedihan mendalam bagi warga sekitar. F yang belum menikah dan tidak memiliki saudara kandung (anak tunggal) dikenal sebagai pribadi yang bersosialisasi dengan baik.

"Korban dikenal aktif dan memiliki banyak teman di lingkungan sekitarnya. Kejadian ini benar-benar tidak disangka oleh kami semua," tambah perangkat desa tersebut.

 

Kata Polisi

Kanit Reskrim Polsek Curugkembar, Aipda Cecep Pendi R, dalam keterangannya mengonfirmasi bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain bekas jeratan di bagian leher.

"Saat dikonfirmasi, ditemukan bekas jeratan di leher dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Pihak keluarga menyatakan peristiwa ini merupakan musibah dan takdir dari Tuhan Yang Maha Esa," ujar Aipda Cecep.

Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan resmi untuk menolak dilakukan autopsi.

Jenazah F telah diantarkan ke peristirahatan terakhirnya di TPU Rawa Bungur pada Sabtu pagi (14/2/2026) dengan iringan duka dari keluarga serta masyarakat setempat.